Kepala BKD Kota Mataram Diperiksa Kejaksaan

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kepala dinas di Kota Mataram dalam dua pekan terakhir diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTB. Selasa, 24 Oktober 2017, giliran Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H. M. Syakirin Hukmi dimintai keterangan.

Syakirin datang sekitar pukul 15.30 Wita. Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, ia sempat ke mushala untuk Salat Ashar. Usia salat, saat ditanya, Syakirin memilih diam. Dipancing dengan pertanyaan seputar pemeriksaa atas dua kasus retribusi yang diusut Kejati NTB, ia mengaku belum bisa berkomentar banyak.

Iklan

‘’Saya baru saja tiba. Kan ndak tahu apa  yang mau diperiksa,” kelitnya.  Ditanya soal retribusi parkir, beberapa kali dijawabnya singkat dengan kalimat ‘’tidak’’.

Di tangannya, Syakirin mengapit map berisi dokumen. Saat ditanya perihal dokumen itu, dia tak menampik, akan diserahkan ke Kejaksaan. “Ini mau nyerahkan dokumen saja,” ujarnya  sambil berlalu.

Saat itu juga Syakirin masuk ke ruang pemeriksaan Pidsus lantai II. Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Penyidikan Pidsus Kejati NTB, Zulkifli Hadi, SH.,MH.

Sebagai gambaran,  saat ini di Pidsus Kejati NTB sedang mengusut dugaan bocornya retribusi parkir yang mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H. Khalid juga pernah dipanggil dan dimintai keterangan sebelumnya. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran dan mantan Kepala UPTD juga sudah diklarifikasi, terkait aliran penarikan retribusi sampai dengan masuknya ke bendahara.

Informasinya, Jaksa menelisik jumlah penarikan, dicocokkan dengan potensi, dibandingkan dengan penerimaan, guna mengetahui angka indikasi kebocoran.

Diperiksanya Syakirin menambah daftar kepala dinas yang diklarifkasi Kejaksaan. Sebelumnya Kadis PU Mahmudin Tura diperiksa terkait mangkraknya proyek Mataram Water Park, Kepala Dinas Perdagangan Lalu Alwan Basri diperiksa terkait dugaan bocornya retribusi  pasar dan H. Khalid terkait dugaan bocornya retribusi parkir. (ars)