Kendaraan Parkir Sembarangan akan Diderek

Dinas Perhubungan Kota Mataram memasang rambu larangan parkir di Kawasan Bisnis Cakranegara. Selain akan menderek kendaraan, Dishub juga memberlakukan denda mulai tahun depan bagi kendaraan yang tidak menaati larangan parkir.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Para pengendara mulai tahun depan tidak bisa parkir sembarangan. Selain kendaraan diangkut menggunakan mobil Derek, Dinas Perhubungan juga menyiapkan sanksi berupa denda. Sanksi ini sebagai efek jera sekaligus menekan pelanggaran lalulintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh menerangkan, pihaknya telah menganggarkan pengadaan mobil derek sekitar Rp1,7 miliar. Pengadaannya mulai ditender di Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram. Mobil derek nantinya digunakan untuk menindak pelanggar lalu lintas. “Iya, kita sudah mulai tender,” kata Saleh ditemui akhir pekan kemarin.

Iklan

Sebelum menindak para pelanggar lalu lintas, Dishub akan merevisi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang pengelolaan parkir. Selama ini, kendaraan yang melanggar aturan parkir ada dua acara. Yakni, pertama dengan penguncian roda menggunakan gembok atau rantai. Sanksi penggembokan sudah diterapkan dan cukup efektif. Kedua, pemindahan bisa digunakan menggunakan mobil derek dan crane, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Untuk memindahkan kendaraan tersebut perlu diubah jasa umumnya, sehingga penderekan kendaraan bisa menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD). “Kita mau ubah perdanya dulu,” ujarnya.

Saleh mengakui, pandemi Covid-19 penindakan pelanggar lalu lintas ditunda. Kondisi demikian justru muncul pemikiran masyarakat bahwa petugas tidak memantau lagi. Setelah situasi sudah menuju kenormalan baru dan aktivitas warga mulai longgar, pihaknya kembali banyak menindak pelanggar lalu lintas. Pengendara parkir di areal yang dilarang.

Kawasan Bisnis Cakranegara merupakan salah satu titik yang sudah ditertibkan dan cukup memberi efek jera bagi pengendara. “Kita sudah pasang CCTV di simpang empat Cakra. Kita imbau dulu dari pengeras suara. Kalau tidak bergemi baru anggota turun untuk menindak,” tandasnya. (cem)