Kendalikan Harga Gula, Pemkot akan Gelar Pasar Rakyat

Ilustrasi komoditas gula. (Sumber Foto: Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan gelar Bazar atau pasar rakyat di tiga lokasi untuk kendalikan harga gula di pasaran. Pasalnya, sejak digelar operasi pasar (OP) selama enam hari di Mataram, harga gula masih belum turun, bahkan cenderung naik menjadi Rp17 ribu/kg.

Kepala Bidang Pengendaliam Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, hasil OP yang dilakukan di enam lokasi di Mataram ternyata tak membuat harga gula turun. Untuk itu, Pemkot Mataram kembali gelar Bazar di tiga lokasi di Mataram.

Iklan

“Hasil evaluasi kita belum ada pengaruh OP untuk mengendalikan harga gula di Mataram. Kita akan kembali adakan Bazar mulai Selasa, 17 Maret 2020 mendatang ini,” katanya, Sabtu, 14 Maret 2020.

Bazar ini jelas Nida, sapaannya, akan digelar di Kantor Lurah Cakranegara Utara, Jalan Bung Hatta, dan di halaman gudang semen jalan Candi Pawon Lingkungan Getap Kelurahan Cakranegara Selatan Baru. “Kita juga akan minta ke Disdag Provinsi untuk penambahan OP di enam lokasi setalah Bazar nanti,” jelasnya.

Terkait harga gula, dari hasil rapat bersama Disdag Provinsi jelas Nida, disinyalir kenaikan harga gula akibat Ro Sugar dari luar NTB mengalami kenaikan. Hal itu pun mempengaruhi harga gula di Mataram. Pada gelaran bazar nanti, Pemkot meminta beberapa pihak pengepul dan distributor gula bisa memberikan harga yang lebih murah. Karena, stok gula di beberapa Bulog di Mataram hanya bisa memasok gula hingga dua minggu ke depan.

“Untuk gula Tambora dari informasi yang kita terima, akan semakin langka. Karena sampai saat ini belum berproduksi. Kemarin juga kita diundang ke Jakarta. Semua provinsi diminta bisa kendalikan harga gula di daerah,” terangnya.

Sejauh ini, kata Nida posisi harga gula memang masih di atas Rp15.500/kg. Ia pun memprediksi, harga gula di Mataram akan terus mengalamai kenaikan. Mengingat, impor gula Jawa ke Mataram hanya satu kontainer dalam sebulan sejak tahun 2020. “Normalnya kan seharusnya dua kontainer,” katanya.

Kepala Pasar Mandalika, Ismail menjelaskan, harga gula sejak Senin, 9 Maret 2020  hingga Minggu, 15 Maret 2020 mengalami kenaikan. Dari Rp14.500/kg naik menjadi Rp16.000/kg. Untuk minyak goreng kemasan masih di harga Rp14.000/liter dan minyak goreng curah seharga Rp12.000/liter.

“Nah untuk stok gula masih ada. Kira-kira bisa tercukupi selama dua minggu ke depan. Karena salah satu distributor di pasar masih impor gula dari Jawa,” katanya kepada Suara NTB. Ismail menyampaikan, dari stok gula yang tersisa di Pasar Mandalika, disinyalir akan terus mengalami kenaikan harga. “Memang stok masih tersedia. Cuma harganya akan semakin naik,” jelasnya.

Senada dengan itu, kepala pasar Cakranegara, I Nengah Sukardi menjelaskan, untuk harga gula di Pasar Cakra masih di harga Rp16.000/kg. Sedangkan untuk harga Minyak kemasan masih di harga Rp14.000/liter dan untuk minyak curah masih di harga Rp12.000/liter. (viq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here