Kendala Penerjemah, Sidang Tiga WNA Malaysia Pembawa Sabu Ditunda

Mataram (suarantb.com) – Sidang tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia di Pengadilan Negeri Mataram ditunda. Penundaan tersebut terjadi lantaran tidak adanya penerjemah bahasa dalam persidangan tersebut. Majelis hakim yang diketuai H. Didiek Jatmiko, SH, MH terpaksa mengetuk palu penundaan sidang, Kamis, 24 November 2016.

Tiga WNA tersebut berinisial Koo (21), Leslie (24), dan seorang wanita yang bulan lalu telah melahirkan, bernama Winnie (21). Agenda sidang hari ini yakni pembacaan tuntutan. Namun karena belum adanya penerjemah, ketiganya kembali dibawa ke tahanan.

Iklan

Didiek Jatmiko saat ditemui usai persidangan mengatakan telah memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan penerjemah pekan depan. Karena dua terdakwa tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Tidak bisa dilanjutkan karena belum ada penerjemahnya. Belum bisa dihadirkan oleh jaksa. Untuk itu hari ini saya perintahkan jaksa untuk mencari atau menghadapkan penerjemah di muka persidangan minggu akan datang,” ujar Didiek yang juga menjabat Humas Pengadilan Negeri Mataram.

Menurut Didiek, penundaan tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasalnya, jika proses persidangan diteruskan tanpa adanya penerjemah, maka berpotensi melanggar HAM ketiga terdakwa tersebut.

“Kalau diteruskan, ini melanggar HAM. Makanya kita tunda biar nggak salah paham,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Minggu, 7 Agustus 2016 lalu, ketiganya tertangkap tangan membawa narkoba jenis sabu di Lombok Internasional Airport. Modus ketiganya memasukan sabu di dalam celana dalam. Total keseluruhan sabu yang dibawa masuk melalui Malaysia seberat 1.982 gram. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here