Kendala Dana, Banyak Ponpes di NTB Tak Ikut LSN

Mataram (suarantb.com) – Banyak pondok pesantren (ponpes) tak bisa mengikuti Liga Santri Nusantara (LSN) karena terkendala dana. Walaupun tak dikenakan biaya pendaftaran, namun para peserta membutuhkan biaya transportasi ke lokasi kegiatan.

Ketua Panitia LSN, Mohamad Hirjan menyampaikan lokasi lomba yang jauh dari ponpes membutuhkan biaya transportasi yang cukup mahal. Santri juga ada yang tidak memiliki seragam atau sepatu bola.

Iklan

“Sebenarnya banyak yang ingin ikut, tapi kendala sarana dan prasarana jadi alasan mereka tidak ikut. Lokasi lomba yang jauh dari pondok, kan butuh biaya transportasi. Santrinya juga ada yang tidak punya seragam atau sepatu bola,” jelasnya kepada suarantb.com, Selasa, 16 Agustus 2016.

Hirjan menjelaskan para santri dari ponpes senang jika bisa ikut bermain. Tetapi, keterbatasan dari pihak ponpes yang menjadi kendala mereka.

“Banyak ponpes di pelosok, yang ingin ikut, dana untuk kesini tidak ada. Bagi mereka sendiri, sudah bisa menjalankan proses belajar mengajar setiap hari juga sudah syukur,” ujarnya.

Kondisi ini tentunya memprihatikan, karena NTB terkenal sebagai provinsi dengan jumlah ponpes yang banyak. Para petinggi di NTB juga lulusan dari ponpes, seperti Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah provinsi memberikan perhatian pada pendidikan di ponpes. Karena dari ponpes inilah para wakil-wakil NTB yang menjadi juara MTQ Nasional ke-26 lalu berasal. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here