Kenal Preman Senggigi Lewat Facebook, Seorang Anak Diduga Dicabuli

Mataram (Suara NTB) – Remaja putri di wilayah Lombok Barat diduga menjadi korban kebejatan H (27), yang mengaku diri preman di Senggigi. Tersangka H, yang sudah ber-anak istri itu diduga menyetubuhi korban.

Kapolsek Senggigi, Kompol Wendy Oktariansyah menjelaskan, kasus itu terungkap saat ibu korban gelisah putrinya R (14) itu tak juga pulang Sabtu, 1 April 2017 lalu, sementara hari sudah larut malam.

Iklan

“Saksi ibu korban sudah tahu anaknya itu pergi dengan H. Dicari ke rumah tersangka, tidak ada. Langsung melapor ke sini. langsung kita terjunkan tim dan tersangka kita tangkap,” ujarnya dikonfirmasi Senin, 3 April 2017.

Ia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan sekira pukul 09.00 Wita, pada Minggu, 2 April 2017. Tersangka dan korban digerebek sedang berduaan di dalam kamar.

Dalam penggerebekan, anak buah tersangka yang juga mengaku diri preman berupaya menyembunyikan tersangka. Tetapi, tipu-tipu tersangka terbongkar juga. “Kita amankan tersangka sedang bersama korban di rumah tersangka,” ungkapnya.

Penggerebekan yang disaksikan langsung kepala salah satu dusun di Senggigi dan Ketua RT setempat itu juga turut disita sprei tempat tidur, serta pakaian tersangka dan korban.

“Saat penggerebekan, polisi langsung didamping Kadus dan Ketua RT setempat. Kami juga mengamankan barang bukti berupai seperai dan pakaian korban,” pungkasnya.

Korban kemudian menjalani visum di RS Bhayangkara Polda NTB. Hasilnya, kata Wendy, korban menderita luka lecet di kelaminnya.

Korban dan tersangka, lanjut dia, berkenalan dan menjalin asmara tujuh bulan silam. “Kenalan lewat Facebook. Sering komunikasi akhirnya mereka pacaran,” terangnya mengutip pengakuan korban.

Korban mulai berpacaran dengan tersangka yang sudah beristri dan beranak satu itu masih duduk di kelas XI SMP. Namun tiga bulan lalu memutuskan berhenti di tengah pergantian semester.

Korban pun mengaku pernah disetubuhi tersangka. Bahkan dalam satu waktu, disetubuhi di rumah tersangka ketika anak dan istri sedang pulang ke rumah mertua.

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman penjaranya, maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here