Kenaikan TDL, Penurunan Angka Kemiskinan Semakin Berat

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan Pemerintah Pusat menaikan tarif daya listrik (TDL) justru menjadi beban pemerintah daerah. Sambungan daya 900 VA notabene digunakan oleh masyarakat tergolong tak mampu. Kebijakan tersebut oleh Dinas Sosial diakui akan semakin berat menurunkan angka kemiskinan di Kota Mataram.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, H.L. Indra Bangsawan menegaskan, kebijakan Pemerintah Pusat bertolak belakang terhadap semakin gencarnya pemerintah daerah menurunkan angka kemiskinan.

Iklan

Kenaikan tarif daya listrik 900 VA sebagian besar digunakan oleh masyarakat tidak mampu.

Artinya, hal ini akan berpeluang terhadap semakin beratnya pengentasan kemiskinan di daerah.

“Kita di daerah sudah gencar berusaha turunkan kemiskinan. Kalau ini biaya listrik dinaikkan. Kita semakin berat menurunkan angka kemiskinan,” tandasnya, Kamis, 4 Mei 2017.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar saja kata Indra, masyarakat masih sulit. Belum biaya pendidikan dan lain sebagainya. Apalagi dikenakan tarif daya listrik yang semakin mahal, akan mengganggu masyarakat rentan miskin.

Dia menegaskan, pemerintah seharusnya melihat situasi dan kondisi di masing – masing daerah. Terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kebutuhan masyarakat semakin tinggi. “Semestinya tarif daya listrik jangan dinaikan,” ujarnya.

Mantan Asisten I Setda Kota Mataram ini tak merincikan detail jumlah masyarakat yang rentan miskin.

Secara umum disampaikan, penduduk miskin di Kota Mataram 10,43 persen.

Mau tidak mau kata dia, kedepan Pemkot Mataram harus memperbesar porsi anggaran untuk mengurangi angka kemiskinan.

Salah satunya dengan memperbanyak program upaya pemberdayaan masyarakat.

Disamping itu kata dia, perlu upaya sinkronisasi program dengan SKPD teknis lainnya. Sebab, mengentaskan kemiskinan Dinas Sosial tidak bisa bekerja sendiri.

“Yang cuma bisa kita lakukan dengan mencoba berupaya sinkronisasi program,” tandasnya.

Indra mengaku pesimis terhadap target satu persen yang disepakati dengan Pemprov NTB.

Kemiskinan perkotaan ini lebih berat dibandingkan kemiskinan di daerah pedesaan. “Ya, kecil kemungkinan itu bisa tercapai,” ujarnya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here