Kenaikan Pangkat, Guru Bayar Pelatihan Rp2 Juta

Widayat (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Jumlah guru di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 5.525 guru orang. Dari jumlah itu, kurang dari 1 persen saja yang sudah naik pangkat awal tahun 2020. Mengingat hal ini, Bidang Pembinaan Ketenagaan (PK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim mencoba memberikan solusi. Para guru yang notabenenya belasan tahun tidak naik pangkat itu dipersilakan mengikuti pelatihan dengan biaya Rp 2 juta per orang.

“Hanya Rp 2 juta yang saya tahu, tidak sampai Rp 5 juta,” ungkap Kepala Bidang PK Dikbud Lotim, Widayat saat dikonfirmasi Sabtu, 27 Juni 2020.

Iklan

Dana dari para guru tersebut katanya dikumpulkan oleh Panitia Pelaksana pelatihan di tingkat kecamatan yang bekerjasama dengan Dinas Dikbud Lotim.

Besarnya biaya pelatihan itu katanya antara lain untuk membayar narasumber dan biaya konsumsi. Di mana, kegaiatan pelatihan bisa berlangsung tiga sampai enam bulan. Besaran biaya ini pun katanya bukan dinas yang menentukan. “Itu kewenangan panitia di masing-masing kecamatan,” tegasnya lagi.

Ditegaskan, kenaikan pangkat itu bukanlah sebuah kewajiban, tapi  hak semua guru. Hak naik pangkat sama dengan hak menerima gaji, sehingga, ketentuan berbayar untuk mengikuti pelatihan senilai Rp 2 juta per orang bagi guru yang mau. “Rata-rata guru mau,” terangnya.

Dana biaya pelatihan itu, ujarnya, bisa diambil dari sertifikasi yang diterima guru.  Sesuai ketentuan, setiap guru sebenarnya wajib mengeluarkan 15 persen dari gaji sertifikasinya  per bulan untuk meningkatkan kompetensinya. Kalau dihitung gaji guru rata-rata Rp 5 juta per bulan, maka yang perlu digunakan setiap bulan hanya Rp 750 ribu. Dana ini dipergunakan untuk membeli buku, memperbaiki laptopnya dan kebutuhan pengembangan diri lainnya.

“Ini sudah 10 tahun, itu tidak pernah dipakai dana sertifikasinya untuk untuk tingkatkan kompetensi. Membayar Rp 2 juta itu masih jauh panggang dari api untuk meningkatkan kapasitas para guru,’’ terangnya.

  Predikat WTP Diharapkan Tidak Dijadikan Wadah Pencitraan Kepala Daerah

Widayat mengklaim, dari upaya yang dilakukan dengan gelaran pelatihan tersebut sebagai jurus mujarab mempercepat kenaikan pangkat para guru. Di mana, menaikkan pangkat itu sebenarnya tidaklah sulit. Adanya para guru belum terbiasa atau belum bisa. Logikanya, golongan III A ke III B itu tidak perlu ngapa-ngapaian, cukup  hadir pelatihan, maka dari nilai pelatihan itu bisa digunakan sebagai berkas naik pangkat.

Jabatan IIIB ke IIIC juga tidaklah mudah, cukup ikuti diklat dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Golongan IIIC ke III D juga bisa dengan satu kali pelatihan, satu PTK dan pedoman buku, maka juga bisa naik pangkat. Atas dasar itulah, Dikbud Lotim menggenjot para guru dan mengarahkan membuat karya-karya tulis ilmiah agar bisa mendapatkan hak kenaikan pangkat.

Alhasil, dari upaya yang dilakukan Dikbud ini sudah bisa menaikkan pangkat ratusan orang guru. Segi nilai komulatif guru, sebagian besar sudah cukup. Karenanya, April lalu 700 guru dan terakhir ini ada 500 guru lagi yang bisa dinaikkan pangkatnya. ”Itu udah diajukan ke Badan Kepegawaian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan mudahan tidak ada kesalahan berkas dan kekurangan berkas,” harapnya.

Kabud PK Dikbud Lotim ini menambahkan, pihaknya sudah mempersingkat Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) para guru. Sebelumnya ribuan halaman tebalnya, kini  bisa puluhan halaman saja. Hal ini karena guru di Lotim sudah diperbaiki data-datanya .(rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here