Kenaikan Angka Kemiskinan Tak Separah Dugaan Semula

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/humassetdantb)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mengatakan, kenaikan angka kemiskinan di NTB pada Maret 2020 sudah diprediksi. Namun, ia bersyukur kenaikan angka kemiskinan hanya 0,09 persen, jauh di bawah prediksi sebelumnya.

‘’(Kenaikan angka kemiskinan) kita sudah prediksi. Kita masih bersyukur dengan kondisi itu, 0,09 persen peningkatannya. Bersyukur bukan berarti kita senang, bukan. Tetapi tak setinggi yang kita perkirakan,’’ kata Wagub dikonfirmasi usai menghadiri acara di Islamic Center NTB, Jumat, 17 Juli 2020.

Iklan

Jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2020 tercatat sebesar 713.890 orang atau 13,97 persen.  Pada September 2019, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 705.680 orang atau 13,88 persen. Ada kenaikan persentase penduduk miskin selama periode September 2019 – Maret 2020 yaitu sebesar 0,09 persen.

Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 368.430 orang atau 14,90 persen. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 345.450 orang atau 13,09 persen.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) NTB ini mengatakan, ekonomi NTB perlu dibangkitkan kembali untuk mencegah lonjakan angka kemiskinan pada September mendatang. Sehingga, pada bulan Juli, Agustus dan September merupakan waktu untuk recovery di NTB.

‘’Waktunya untuk betul-betul bisa kembali lagi pada kondisi semula. Kuncinya untuk recovery adalah patuh pada protokol Covid-19,’’ ujarnya mengingatkan.

Menurut Wagub, jika mau kembali hidup produktif maka harus patuh pada protokol Covid-19. Kalaupun tempat usaha atau perniagaan dan destinasi wisata dibuka, maka harus dipastikan penegakan protokol Covid-19.

Menurutnya, tantangan terbesar sekarang ini adalah mematuhi protokol Covid-19. Jika semua orang NTB patuh protokol Covid-19, ia yakin ekonomi akan kembali bangkit. Karena dari sisi pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan tetap berkontribusi terhadap ekonomi NTB meskipun dalam kondisi pandemi.

‘’Makanya ayo kita turunkan kasus kematian, tingkatkan kesembuhan, turunkan jumlah kasus, potensi penularan dengan mematuhi protokol kesehatan. Itulah syaratnya kita bangkit,’’ ajak Wagub. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional