Kemudahan Kredit Kendaraan Baru Mematikan Angkutan Umum

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB merasa dilematis menyikapi kebijakan perusahaan otomotif  bekerjasama dengan perusahaan pembiayaan yang begitu mudah menyalurkan kredit motor/kendaraan.

Dengan uang muka yang relatif kecil, customer telah diberikan kepercayaan memiliki kendaraan baru dengan prosedur yang demikian mudah. Kebijakan semacam itu kata Ketua Organda Provinsi NTB, Antoniuz Zaremba Mustafa Kamal membuat angkutan umum kian tak memiliki tempat di masyarakat.

Iklan

Karena semakin sempitnya pasar bagi angkutan umum ini, dampak paling besar dalah makin tertutupnya lapangan pekerjaan bagi para pengemudi angkutan umum. “Saya bingung juga memikirkan angkutan umum ini. Karena banyaknya kendaraan baru yang keluar, mereka terjepit. Di satu sisi dampak tidak baik terhadap pemilik usaha angkutan umum, di sisi lain memang itu tuntutan,” katanya ditemui di Mataram, Rabu, 18 Januari 2017.

Meski demikian, tentu ia tetap membela anggota Organda yang di dalamnya adalah angkutan umum taksi, angkutan kota, angkutan pedesaan.  Ia menggambarkan kondisi umum pendapatan angkutan umum yang terus tergerus akibat banyaknya kendaraan pribadi sebagai dampak kemudahan kredit kendaraan baru bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi tantangan yang berat bagi angkutan umum untuk mempertahankan eksistensinya. “Kemudahan kredit kendaraan baru mematikan angkutan umum,” demikian dipertegas.

Dengan pendapatan yang semakin minim, pengusaha atau pemilik kendaraan berat jika harus bertahan. Sebab selain berkurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pengusaha atau pemilik kendaraan umum harus mempersiapkan biaya-biaya tak terduga dan onderdil yang makin mahal.

“Penumpang banyak tidak masalah, ini penumpangnya semakin sepi. Bisa dilihat angkutan-angkutan umum yang berlalu lalang,” ujarnya.

Banyaknya kendaraan baru, terutama roda empat yang dikeluarkan oleh perusahaan otomotif lalu berkontribusi juga terhadap penggunaan jalan-jalan yang makin padat. Kondisi itupun memperparah keberadaan angkutan-angkutan umum.

“Kendaraan-kendaraan yang makin padat berlalu lalang otomatis juga menurunkan efektivitas waktu operasional kendaraan umum. Banyak persoalan sebenarnya. Kita tetap meminta kepada anggota untuk memberikan pelayanan terbaik agar tetap dapat merebut hati pelanggan,” demikian Antonius. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional