Kemitraan STIPark Dorong Pertumbuhan IKM Permesinan

Lalu Surya Darma Putra, Saiful Haq. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Posisi STIPark NTB sebagai pusat pengembangan teknologi di NTB diharapkan dapat mendukung produksi IKM NTB, terutama yang bergerak di bidang permesinan. Pasalnya, pengembangan tersebut bertalian erat dengan salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu industrialisasi.

Salah satu pelaku IKM logam di NTB, Lalu Surya Darma Putra, menerangkan di tengah pandemi Covid-19 ini, pengembangan di STIPark justru lebih mendesak lagi untuk dilakukan.

Iklan
Aktivitas di UD. Restu Ibu Lenek. (Suara NTB/ist)

‘’Di STIPark kemarin ada program pengadaan permesinan. Harapan kami, itu bisa segera dikeluarkan. Supaya teman-teman yang sudah kita rumahkan bisa kita panggil lagi, sekaligus untuk mendukung industrialisasi juga,’’ ujar Surya kepada Suara NTB, Minggu (28/6).

Diterangkan, pengembangan STIPark oleh pemerintah daerah memiliki prospek yang bagus. Terutama dengan fasilitasi test report atau uji kelayakan untuk produk permesinan yang dibuat oleh IKM-IKM yang bergerak di bidang logam.

Dicontohkan pada 2019 lalu, pihaknya telah menyerahkan beberapa jenis mesin untuk bidang pertanian yang mengikuti test report di STIPark. ‘’Itu untuk mendukung industrialisasi, kita diminta membuat prototype untuk test report di STIPark. Itu kami sangat setuju, karena (mendukung) kami semakin mengembangkan diri,’’ ujar pemilik UD. Restu Ibu di Lenek, Lombok Timur tersebut.

Bahkan, program tersebut sempat direncanakan akan berlanjut dengan fasilitasi pengurusan Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun rencana tersebut terhalang oleh pandemi Covid-19 yang masuk ke NTB Maret 2020.

Dalam situasi saat ini diakui program stimulus pemerintah dengan pengadaan permesinan atau kepastian program-program lainnya yang sudah lebih dulu berjalan sangat diharapkan pelaku usaha. ‘’Semenjak Covid ini jadi sepi. Bahkan karyawan mulai kita kurangi. Padahal kemarin-kemarin sudah berjalan normal sebelum Covid, karena dengan pemerintah juga baik,’’ katanya.

  Pengembangan Industri, Integrasikan Permesinan dengan Pengolahan

Di sisi lain, sejak menjalin kemitraan dengan STIPark, IKM yang dikelolanya diakui mengalami perkembangan. Khususnya untuk pembuatan mesin-mesin yang dibutuhkan. ‘’Pengembangan-pengembangan (permesinan) sebelumnya kita lakukan sendiri. Sekarang ada dari STIPark, kalau mau membuat (mesin yang baru) ada arahan,’’ ujar Surya.

Dengan terus mensinergikan program industrialisasi yang diusung Pemprov NTB dengan peran STIPark NTB untuk mengakomodir IKM-IKM yang ada, peningkatan ekonomi diharapkan benar-benar dapat tumbuh. ‘’Itu sangat bagus program Pak Gubernur, kami sangat setuju. Kalau industrialisasi ini jalan, dengan sendirinya ekonomi akan tumbuh dan IKM seperti kita ini semakin banyak tenaga kerja yang bisa diserap,’’ jelasnya.

Selain pengembangan yang didukung dari STIPark, pemerintah juga sampai memberikan kepastian pasar dengan program-program seperti industrialisasi. Kendati demikian, untuk mewujudkan hal tersebut diakui masih ada beberapa kendala yang harus diatasi. Antara lain pasokan bahan baku yang masih membutuhkan waktu lama karena dikirim dari luar daerah. Termasuk peralatan mesin produksi besar yang masih minim jumlahnya.

‘’Kalau kita mau produksi permesinan, kita harus punya mesin bubut. Itu yang masih menjadi kendala, membuat pekerjaan kita lama. Karena tidak bisa langsung dikerjakan oleh teman-teman di bengkel bubut, harus antre,’’ ujar Surya.

Bengkel Naik Kelas

Senada dengan itu Pemilik Oke Las, Saiful Haq, menerangkan program stimulus dari pemerintah juga mendesak dilakukan untuk menanggulangi dampak pandemi saat ini. Khususnya untuk menjalankan kembali program-program yang sempat tertunda.

Dicontohkannya seperti pengembangan permesinan di STIPark yang sempat gencar dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Dimana pihaknya menyerahkan dua mesin untuk mengikuti test report dan pengurusan SNI.

Mesin pencacah sampah buah dan mesin cetak pellet magot produksi Oke Las yang diajukan ikut test report di STIPark NTB. (Suara NTB/ist)

Saiful telah bergabung menjadi mitra STIPark sejak kawasan pengembangan teknologi industri itu berdiri. ‘’STIPark ini pasti membantu. Kalau selama ini kita terbang sendiri seperti burung tidak tentu arah, sekarang ada yang mengarahkan. Tapi untuk sementara belum ada program lanjutan,’’ ujarnya.

  Pabrik Triplek Hadir di Lombok Tengah, NTB, Pemprov Rehabilitasi Lahan Kritis dengan Sengon

Selama pengembangan sebelum pandemi, pelaku IKM dan STIPark diakui sama-sama berusaha menggali potensi pasar yang ada. Termasuk untuk mendorong peningkatan kelas bagi IKM-IKM yang sudah memenuhi syarat.

‘’Di dalam atau di luar pandemi Covid-19 ini harapan kita supaya semuanya lancer. Ada kenaikan kelas kita yang kemarin bengkel kecil-kecil bisa terarah dengan dukungan dari pemerintah,’’ ujar Saiful. Menurutnya, melihat situasi saat ini yang perlu di kedepankan adalah upaya maksimal untuk pengerjaan mesin-mesin pendukung produksi.

Diterangkan, saat ini kapastias produksi permesinan di NTB memang belum merata. Hal tersebut berusaha diatasi melalui peran Asosiasi Pengusaha Pengrajin Logam (ASPPEL) NTB. Di mana masing-masing anggota asosiasi saling mendukung untuk penyediaan mesin produksi besar.

Selain itu, pengembangan mesin juga diharapkan kembali menjadi perhatian. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi salah satu stimulus ekonomi untuk menanggulangi dampak pandemi yang masih berlangsung. ‘’Itu yang kita harapkan. Supaya yang belum SNI jadi SNI. Supaya tidak ada kendala kalau kita mau ikut program (pemerintah),’’ pungkas Surya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here