Kemiskinan Diprediksi Naik, DPRD Lobar Dorong Pemda Fokus Pulihkan Ekonomi

Wakil ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha saat turun ke masyarakat Gelogor, Kamis sore, 7 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), Hj. Nurul Adha mendorong Pemda fokus melakukan program pemulihan ekonomi masyarakat dampak pandemi Covid-19. Lantaran kondisi pandemi covid-19 membuat kemiskinan diprediksi terus meningkat. Hal itu disampaikan setelah menyerap berbagai aspirasi masyarakat ketika turun di Dusun Gelogor Utara Desa Gelogor Kediri, Kamis, 7 Oktober 2021.

“Masyarakat menyampaikan tentang meningkatnya kemiskinan yang dirasakan banyak masyarakat karena terdampak oleh covid,” terang wanita yang akrab disapa Umi Nurul itu. Kini kondisinya banyak pemuda yang sulit mencari pekerjaan. Tak hanya itu, minimnya skill yang dimiliki menjadi kendala ketika ingin berwirausaha. Bahkan para ibu di dusun tersebut mengaku terpaksa meminjam uang pada rentenir demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Iklan

“Mau minjam uang alternatif di tempat lain juga ndak ada. Sementara dia butuh untuk memenuhui kebutuhan ekonomi, tetapi harus terjerat storan yang ditarget sekian rupiah,” bebernya.

Ia menilai Pemkab Lobar serta legislatif harus mengantensi permasalahan itu. Rencannya setelah reses ini, ia akan membawa aspirasi masyarakat itu dalam pembahasan Perubahan RPJMD Lobar.”Apa yang kita serap dari reses di masyarakat kita masukan pada RPJMD. Agar pembangunan terarah pada pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Pihaknya juga akan memberikan masukan kepada Pemkab Lobar agar lebih fokus dan riil bentuk pemulihan ekonomi yang diberikan bagi masyarakat. Terutama pada sektor yang langsung dirasakan ditengah masyarakat menumbuhkan perekonomian. Seperti membantu para pemuda yang niat bekerja untuk peningkatan skill.

Sebab para pemuda begitu ingin berusaha hanya saja skil yang minim. Sehingga pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dapat memberikan pelatihan.”Tidak hanya pemuda kita yang ingin bekerja di luar negeri. Tapi juga di dalam daerah yang ingin bekerja,” sambungnya.

Selain itu, sektor pertanian juga dirasa penting untuk kepastian pupuk bersubsidi dan murah. Karena ini juga sangat dirasakan dampaknya untuk pemulihan ekonomi.”Ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi,” paparnya.

Lebih lanjut IKM dan UMKM juga perlu ruang luas untuk dikembangkan. Bahkan ia mengkritik jangan hanya sebuah slogan program SITEBEL saja, namun perlu juga ruang anggaran untuk perkembangan UMKM Lobar.”Perlu adanya ruang anggaran, tidak hanya dorongan slogan saja, tapi dibantu apakah pemasaran atau sebagainya,” pungkasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional