Kemiskinan Berkurang, Pengangguran Terbuka Meningkat di Kota Bima

Peter Willem. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 8,35 persen penduduk miskin di Kota Bima. Terhitung pada Maret tahun 2020. Data tersebut menunjukkan penurunan dari tahun 2019 sebesar 8,60 persen. Sementara untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami peningkatan 4,47 persen.

Kepala BPS Kota Bima, Ir. Peter Willem kepada Suara NTB di kantornya menyampaikan, selama lima tahun terakhir angka kemiskinan di wilayah ini mengalami penurunan.

Iklan

Pada tahun 2020 misalnya, penduduk miskin tersisa 8,35 persen dari 8,60 persen di tahun 2019. Penurunan ini terjadi, salah satunya akibat tingginya daya beli masyarakat setelah dikucurkan bantuan penanggulangan dampak Covid-19, baik berupa BPUM, BST dan sejenisnya. “Daya beli masyarakat naik karena bantuan itu. Makanya angka kemiskinan kita turun walaupun dalam masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Sementara untuk indeks kedalaman kemiskinan atau P1 tahun 2020 dibanding 2019 Kota Bima, juga mengalami penurunan dari 1,58 menjadi 0,6. Penurunan itu mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan. Pun demikian dengan indeks keparahan kemiskinan atau P2, yang mana ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin menurun dari 0,36 di tahun 2019 menjadi 0,12 pada tahun 2020.

Ditegaskan Peter Willem, BPS mengukur kemiskinan penduduk dengan mengamati dua hal, yakni makanan dan non makanan. Karenanya, tak heran meski dalam suasana pandemi Covid-19, bantuan sosial yang diberikan pemeritah daerah dan pusat bisa berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan di wilayah ini. “Bukan karena Covid-19 lalu miskin, karena kita mengukur kemiskinan itu dari makanan dan non makanan,” jelasnya.

Data akhir yang diperoleh berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2020 tersebut, menurutnya masih tetap berpotensi mengalami perubahan, apakah terus menurun atau justru sebaliknya. Prinsipnya, data yang dihasilkan BPS menggambarkan fakta lapangan, sehingga penting menjadi rujukan pemangku kebijakan dalam mengarahkan program. “Dalam survei itu dilihat semua sandang papan, dari sana baru kami ukur garis kemiskinan. Ini menggunakan sampel dan jumlahnya cukup banyak supaya bisa mewakili Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Jika angka kemiskinan menurun berbeda halnya dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bima. Dari total 133.836 orang penduduk usia kerja, tercatat 4,47 persen menganggur di tahun 2020. Persentase ini meningkat dari sebelumnya, yang mana hanya 4,18 persen.

Peningkatan tersebut terjadi karena selama pandemi Covid-19 berlangsung ada banyak karyawan perusahaan yang di rumahkan, pun tak sedikit buruh bangunan berhenti kerja lantaran minimnya proyek pembangunan. Disamping itu, banyak pengusaha terpaksa gulung tikar akibat minimnya pengahasilan. “Kemiskinan kita turun tapi pengangguran naik. Kalau kemiskinan itukan dia dapat bantuan, sementara pengangguran banyak buruh dirumahkan, jadi gara-gara Covid-19 ini juga,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional