Kementerian PUPR Alokasikan Rp12,1 Miliar Dana Kedaruratan untuk Perbaikan Tebing Senggigi

Perbaikan kembali tebing yang longsor di Senggigi oleh BPJN. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana tanggap darurat dan APBN biasa untuk memperbaiki kembali beberapa titik tebing di ruas jalan jalan negara di Senggigi Kabupaten Lombok Barat yang longsor beberapa waktu lalu. Hal ini dikemukakan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTB, Reiza Setiawan.

Ia mengatakan, ada dua titik jalan mengalami kerusakan parah akibat tebing longsor. Kedua titik tersebut diperbaiki menggunakan dana tanggap darurat sebesar Rp12,1 miliar. “Kita memperbaiki kembali dua titik yang longsor hanya trotoarnya saja, kalau tidak ditangani jalannya bisa ambles,” katanya. Reiza menerangkan, proses perbaikan sudah berjalan sejak April, setelah Polres Lombok Barat mengeluarkan izin pada Maret 2021.

Iklan

Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada penelitian struktur tanah untuk mendapatkan desain penahan tanah yang kuat. Sebenarnya, kata Reiza, pihaknya ingin melakukan perbaikan secepatnya, namun polisi masih melakukan penyelidikan, sehingga harus menunggu izin terlebih dahulu. “Karena itu jalan nasional dan menjadi tanggung jawab kami, maka harus dikoordinasikan dulu dengan Kepolisian Resor Lombok Barat,” ujarnya.

Untuk pengerjaan di satu titik yang menggunakan dana APBN murni, kata dia, akan segera dilakukan karena sudah ada perusahaan pemenang tender. Berbeda dengan yang menggunakan dana tanggap darurat tidak melalui proses tender. Namun, Reiza memastikan bahwa seluruh pengerjaan perbaikan jalan di tiga titik jalan negara di kawasan wisata Senggigi yang tebingnya longsor ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2021.

“Progres perbaikan jalan yang menggunakan dana tanggap darurat sudah mencapai 15 persen. Kalau yang pakai APBN biasa, pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan,” imbuhnya. Kemudian soal trotoar yang rusak akibat tebing longsor, Reiza juga menegaskan, bagian tersebut merupakan ranah Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat selaku pelaksana proyek penataan kawasan wisata Senggigi.

“Kami hanya bertanggung jawab di badan jalan nasional. Kalau masalah trotoar itu ranahnya Dinas Pariwisata Lombok Barat,” katanya. Seperti diketahui, dua dari empat titik di kawasan wisata Senggigi, Desa Batulayar Barat, Kabupaten Lombok Barat, longsor akibat hujan deras pada 6 Februari 2021. Akibatnya, trotoar yang baru dipasang amblas. Pada saat bersamaan, beberapa meter badan jalan negara ikut tergerus tanah longsor. Hingga Kamis, 22 Juli 2021, trotoar yang amblas belum terlihat tanda-tanda diperbaiki. Kecuali tebing yang longsor, tengah dalam pengerjaan BPJN. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional