Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran untuk Bangun 4.100 Unit RLH di NTB

H.Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan rumah khusus (Rusus) dan Rumah Susun (Rusun) di KEK Mandalika ditunda tahun 2021 mendatang. Tahun 2021, Kementerian PUPR mengalokasi anggaran sekitar Rp174,5 miliar untuk pembangunan sektor perumahan di NTB. Anggaran sebesar itu bukan saja untuk pembangunan Rusus dan Rusun. Tetapi juga untuk program bantuan pembangunan rumah swadaya atau rumah layak huni.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) NTB, Ir. H. Azhar, MM menyebutkan total anggaran yang akan digelontorkan Kementerian PUPR sebesar Rp174,5 miliar lebih. ‘’Untuk Rumah Layak Huni (RLH) sebanyak 4.100 unit,” kata Azhar dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 6 Juli 2020 .

Iklan

Azhar merincikan untuk pembangunan rumah khusus sebanyak 125 unit dengan alokasi anggaran Rp21 miliar. Antara lain pembangunan rumah khusus nusantara untuk pekerja pariwisata Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur sebanyak 25 unit dengan alokasi anggaran Rp4,2 miliar.

Kemudian pembangunan rumah khusus nelayan Desa Selongbelanak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah sebanyak 50 unit dengan alokasi anggaran Rp8,4 miliar. Selanjutnya, pembangunan rumah khusus nelayan Desa Kukin Kecamatan Moyo Utara sebanyak 25 unit dengan alokasi anggaran Rp4,2 miliar. Dan rumah khusus Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir tipe 28 sebanyak 25 unit dengan alokasi anggaran Rp4,2 miliar.

Selain itu, pembangunan rumah susun pekerja pariwisata KEK Mandalika dengan aloaksi anggaran sebesar Rp25,9 miliar. Kemudian pembangunan rumah susun lembaga pendidikan berasrama dan perguruan tinggi dialokasikan sebesar Rp10,7 miliar.

Untuk program pemberdayaan perumahan swwadaya dialokasikan anggaran sebesar Rp103,05 miliar. Terdiri dari pembangunan baru rumah swadaya 500 unit dengan anggaran Rp19 miliar dan peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 4.100 unit dengan alokasi anggaran Rp84,05 miliar. (nas)

  Keringanan Biaya Listrik Diperpanjang Sampai September 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here