Kementan Setuju Desa Seribu Sapi di NTB Dilanjutkan

Praya (Suara NTB) – Kementerian Pertanian Melalui Dirjen Peternakan telah menyetujui untuk melanjutkan program desa seribu sapi yang sudah terlaksana di Provinsi NTB. Program desa seribu sapi ini sudah terealisasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Lombok, desa seribu sapi menjadi penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sementara di Pulau Sumbawa, desa seribu sapi  berada di kawasan transmigrasi Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Melalui program desa seribu sapi, Kementerian Pertanian memberikan seribu ekor sapi untuk lima desa (satu desa 200 ekor). Sapi-sapi yang diberikan kepada kelompok ternak adalah sapi unggulan. Komposisinya, 500 ekor sapi betina dan 500 ekor sapi jantan. Tahun 2020 lalu, untuk program desa seribu sapi ini, sebanyak 750 ekor sudah didistribusikan kepada kelompok ternak yang ada di lima desa di Wilayah Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Iklan

Lima desa bertetangga ini diantaranya, Desa Teruai, Desa Pengengat, Desa Bangket Parak, Desa Mertak, dan Desa Sukadana. Sementara 200 ekor, juga terdistribusi ke Labangka. Diserahkan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah tahun lalu. Kepala Bidang Budidaya, Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Suryadi Ali Kantong, M.Si saat mengunjungi kampung unggas di Teruai, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, 26 Agustus 2021 menyebut, desa seribu sapi di Kabupaten Lombok Tengah masih kekurangan 250 ekor dari total seharusnya seribu ekor untuk lima desa.

250 ekor ini adalah kekurangan untuk sapi betina. Demikian juga di Labangka, baru 200 ekor yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Kekurangan itulah yang terus diperjuangkan, dikomunikasikan dengan Dirjen Peternakan untuk dipenuhi. “Dan Alhamdulillah, Dirjen Peternakan sudah menyetujui untuk mencukupi kekurangan tersebut di tahun 2022 nanti. 250 ekor untuk kekurangan di Lombok Tengah dan 500 ekor untuk kekurangan di Labangka,” ujarnya.

Pada prinsipnya, Kementerian Pertanian tidak mengurangi jumlah sapi yang akan diturunkan ke NTB. Hanya saja, pemenang tender yang tidak menyanggupi memenuhinya tahun 2020 lalu. Karena syaratanya, sapinya adalah sapi unggulan dengan berat minimal 300 Kg/ekor. Sudah hampir tujuh bulan berjalan bantuan ini kepada kelompok ternak. Sesuai hajatannya, dilakukan penggemukan untuk dijual kembali/dipotong bagi sapi-sapi jantan. Dan pengembangbiakan untuk sapi-sapi betina.

“Penggemukan sudah berjalan di kelompok. Baik di Pulau Lombok, maupun di Pulau Sumbawa. Bahkan sapi-sapinya sudah dijual kemarin pas lebaran Idul Adha. Hasil penjualan itu, masuk lagi ke kelompok untuk membeli bakalan untuk digemukkan lagi atau dikembangkan lagi,” jelas Suryadi. Karena sistem yang sudah berjalan di kelompok ini dan dianggap sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Sehingga Kementerian Pertanian kembali menyetujui untuk melanjutkan program desa seribu sapi.

Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri, desa seribu sapi juga didukung kembali oleh Kementerian Pertanian dengan pemberian bantuan bank pakan. Sejumlah mesin pengolah pakan sudah juga diberikan. Sehingga kelompok ternak penerima bantuan sapi – sapi ini tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternaknya kapanpun. “Kita patut bersyukur, Dirjen Peternakan di Kementerian Pertanian RI tetap memberikan perhatian untuk Nusa Tenggara Barat,” demikian Suryadi. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional