Kementan Bantu Peternak Terdampak Banjir di Bima

Sekretaris Ditjen PKH Kementan RI, drh. Makmun, M.Sc., saat menyerahkan bantuan sembako untuk korban banjir di Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Sabtu, 10 April 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk peternak terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima. Bantuan berupa sembako, 26.000 butir telur, serta obat-obatan ternak itu diserahkan langsung Sekretaris Ditjen PKH, drh. Makmun, M.Sc., di Kecamatan Monta, Sabtu, 10 April 2021.

Hadir dalam giat kemanusiaan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, drh. Khairul Akbar, M.Si., Kadisnakeswan Kabupaten Bima, Ir. Rendra Farid, beserta seluruh jajaran.

Iklan

Makmun mengatakan, para peternak terdampak banjir merupakan mitra kerja pemerintah pusat. Karena itu, sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang dialami, pihaknya harus turun tangan membantu meringankan beban para korban. “Bantuan ini kami fokuskan untuk peternak. Selain berupa sembako, kami juga memberi obat-obatan dan langsung melakukan pengobatan ternak yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Bantuan stimulan bagi peternak oleh Ditjen PKH Kementan RI, selain menyasar kelompok ternak di beberapa desa di Kecamatan Monta, juga disalurkan untuk peternak terdampak di Kecamatan Woha, Bolo, dan Madapangga.

Pada empat wilayah itu tercatat 5.173 ternak warga terdampak banjir bandang Jumat 2 April lalu. Di antaranya 93 ekor sapi, empat ekor kerbau, 76 ekor kambing, dan 5.000 ekor ayam broiler. Data tersebut meliputi ternak yang mati bangkai, hilang, dan dipotong paksa oleh warga.

Bantuan sembako, ribuan butir telur, serta obat-obatan berupa vitamin, antibiotik, obat cacing, dan anti rasa sakit ditarget mampu menangani lebih kurang 7.000 ekor ternak warga di empat kecamatan.

Harapannya, langkah ini bisa membangkitkan kembali semangat para peternak untuk terus mengembangkan potensi peternakan di daerah. “Musibah ini ujian kita bersama. Dengan cara ini mudah-mudahan kita bisa menyatu untuk bangkit dari keterpurukan,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan penanggulangan dampak bencana alam. Pria kelahiran Lambu Kabupaten Bima itu juga menyempatkan diri untuk melakukan penyuntikan antibiotik pada ternak warga yang sakit dan trauma diterjang banjir.

Terkait mereka yang ternaknya mati dan hilang terbawa arus banjir, Ditjen PKH Kementan akan berusaha menfasilitasi agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah. Termasuk mengupayakan pengunduran waktu pelunasan bagi peternak yang meminjam dana KUR dari lembaga perbankan untuk kegiatan usaha penggemukan sapi.

“Nanti saya coba komunikasi dengan pihak perbankan di pusat. Mungkin ada keringanan waktu. Saya yakin mereka juga memahami itu, karena kondisi ini bukan keinginan peternak,” pungkasnya. (jun/*)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional