Kemenparekraf RI Tetapkan Sesaot Lobar Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni menerima sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menjadi salah satu dari 16 desa di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi desa wisata berkelanjutan. Seritfikat itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno dan diterima Kades Sesaot Yuni Hariseni di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf RI di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Sebelumnya, Desa Sesaot sukses meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 di Bidang Lingkungan 2019 tahun lalu dari Kemenparekraf.

Iklan

Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni, menjelaskan, dari 174 indikator yang dinilai dalam 4 bidang yaitu pengelolaan kelembagaan, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan Desa Sesaot mampu memenuhinya secara keseluruhan. Setelah melalui proses asesmen, ujarnya, pihaknya diundang langsung menerima penghargaan dari Menparekraf RI di Jakarta.

“Ada 16 Desa Wisata yang memperoleh sertifikat se Indonesia. Di NTB, ada  3 desa yang mewakili yakni Desa Wisata Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, kemudian Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah dan ketiga Desa Wisata Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur,” sebutnya.

Adanya pengakuan dari kementerian dengan diberikan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan, ujarnya, menjadi motivasi dan penyemangat bagi Desa Wisata Sesaot bisa lebih maju dan bisa memberikan dampak ekonomi buat masyarakat. Selain itu, dia pun berharap dengan adanya asesmen dan perolehan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan, tentunya Desa Sesaot lebih mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, baik dalam promosi maupun yang lain.

Terpisah Camat Narmada Muhammad Busyairi  menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Sesaot yang telah berhasil meraih sertifikat dan piagam. Pada masyarakat sekitar Busyairi mengharapkan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan agar wisata terus berjalan dan berkembang. Dan tentu saja masyarakat yang akan merasakan dampaknya terutama peningkatan dari sisi ekonomi,” ujarnya mengingatkan. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional