Kemenko Marvest Kumpulkan Pihak Terkait, Persiapan Gelaran MotoGP Tuntas Juli

Rakor Kemenko Marvest terkait persiapan gelaran MotoGP di Kuta, Kamis, 22 Oktober 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi mengelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta beberapa BUMN dan stakeholder terkait untuk mengecek kesiapan gelaran balap MotoGP Mandalika, di kawasan The Mandalika Kuta, Kamis, 22 Oktober 2020.

Mulai dari kesiapan infrastruktur pendukung, seperti jalan, listrik, air bersih hingga jaringan telekomunikasi.

Iklan

Kemenko Marvest menargetkan seluruh persiapan penunjang event MotoGP tersebut sudah harus tuntas bulan Juli tahun 2021 mendatang. Termasuk kesiapan Jalan Khusus Khawasan (JKK) Mandalika yang bakal menjadi venue gelaran MotoGP Mandalika itu sendiri.

Rapat koordinasi dipimpin langsung Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marvest, Odo RM Manuhutu dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, jajaran pejabat Kemen PUPR, pejabat lingkup Pemprov NTB. Managing Director The Mandalika, I Wayan Karioka, Penjabat Sekda Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd., serta pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Stakeholder dari PLN, Telkom serta PDAM Praya juga hadir.

“Rakor ini untuk mengevaluasi sudah sampai mana kesiapan kita menggelar event MotoGP tahun 2021 mendatang,” ungkap Sekretaris Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marvest, Rustam Efendi, kepada wartawan.

Dikatakannya, gelaran MotoGP Mandalika harus sukses. Karena itu tidaknya hanya soal kawasan The Mandalika. Tapi nama baik negara dipertaruhkan dalam hal ini. Pasalnya, kalau event MotoGP bisa sukses terlaksana, maka itu akan bisa mengangkat nama Indonesia di mata internasional. Sehingga wajar jika kemudian Presiden Joko Widodo menaruh perhatian begitu besar terhadap gelaran MotoGP Mandalika.

Tidak hanya itu, gelaran event MotoGP Mandalika tahun 2021 mendatang bisa menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Indonesia pada umumnya, pascapendemi Covid-19 nantinya. Karena akan mampu menggerakkan hampir semua lini ekonomi khusus di sektor pariwisata yang saat ini terpuruk karena pandemi Covid-19.

“MotoGP ini kesempatan emas bagi kita untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” tegasnya.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah pada kesempatan yang sama menegaskan, persiapan maksimal penting dilakukan dalam menyambut event MotoGP Mandalika. Karena kawasan The Mandalika merupakan etalase nasional yang menjadi perwajahan Indonesia di mata dunia.

“Dari sisi persiapan, kalau bicara infrastruktur pendukung utama sudah siap. Ada juga yang sedang dalam proses persiapan. Tinggal soal detail yang masih perlu disinkronkan. Karena gelaran MotoGP melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Managing Director The Mandalika, I Wayan Karioka, dalam pemaparannya mengatakan soal pembangunan JKK Mandalika sejauh ini terus berjalan. Bahkan terus dikebut pembangunannya. Guna mengejar target tuntas Juli tahun 2021 mendatang.

Saat ini pembangunan masih fokus pada ground work (pengerjaan tanah) yang sudah mencapai sekitar 86 persen. Setelah ground work selesai dikerjakan, barulah kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan jalur sirkuitnya. ‘’Untuk pengaspalan jalur sirkuit akan dimulai Januari mendatang hingga bulan Juli,’’ tambahnya.

Ditegaskanya terkait pembangunan JKK Mandalika sejauh ini masih sesuai target yang ada. Dan, berharap semua bisa berjalan sesuai harapan dan target yang sudah dicanangkan. ‘’Semua kita tentu berharap proses pembangunan sirkuit MotoGP bisa berjalan lancar. Sehingga gelaran MotoGP bisa berjalan dengan sukses,’’ pungkas Karioka. (kir)