Kemenkes Buka Lowongan 235 Tenaga Medis untuk MotoGP Mandalika 2021

Ilustrasi tenaga medis. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Persiapan jelang MotoGP Mandalika 2021 terus dilakukan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan 235 tenaga medis lokal untuk MotoGP Mandalika 2021 mendatang.

‘’Hasil rapat dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama PPNI dan IDI, ada rencana seleksi 235 orang tenaga medis untuk MotoGP 2021,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian (Inka) BKD NTB, Drs. H.  Syamsul Bukhari, M. Kes, P.Si dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 1 Juli 2020.

Iklan

Sebanyak 235 tenaga medis yang dibuka lowongannya tersebut terdiri dari 115 dokter dan 120 perawat. Syamsul menjelaskan, seleksi tenaga medis untuk MotoGP 2021, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menyurati Dikes Kabupaten/Kota. Nantinya, Dikes Kabupaten/Kota mengusulkan nama-nama ke provinsi.

Selanjutnya, nama-nama yang diusulkan tersebut dilakukan seleksi di BKD NTB. Seleksi yang dilakukan di tingkat provinsi berupa tes psikologi, skill dan kemampuan berbahasa Inggris. Hasil seleksi yang dilakukan di BKD NTB, selanjutnya dikirim ke Kemenkes. Setelah itu, Tim Seleksi dari Kemenkes akan kembali melakukan seleksi di pusat.

‘’Dari nama-nama itu diharapkan semua yang diusulkan orang-orang kompatibel. Kemudian diuji lagi oleh Tim dari Kemenkes. Karena ini event internasional, maka mengusulkan nama-nama yang diusulkan harus memenuhi syarat. Wajib mahir Bahasa Inggris,’’ terangnya.

Sebanyak 235 tenaga medis yang diseleksi ini nantinya akan membantu tenaga medis yang berasal dari Kemenkes. Kemenkes akan mengirim bantuan 15 dokter dan 20 perawat untuk MotoGP 2021.

Syamsul mengatakan, nama-nama yang diusulkan dari kabupaten/kota akan diterima sampai 4 Juli mendatang. Kemudian, seleksi akan dilakukan pada 6 Juli. ‘’Baru nanti rencananya seleksi wawancara 7, 8, 9 Juli. Karena nama-nama mereka sudah masuk ke Kemenkes pada  13 Juli,’’ tandas Syamsul.

Untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2021, Pemprov NTB juga akan membangun Rumah Sakit (RS) Mandalika. Saat ini,  pembangunan RS tersebut masih dalam proses tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) NTB. Ditargetkan bulan Juli ini sudah tanda tangan kontrak. Proyek senilai Rp45 miliar tersebut ditargetkan rampung tahun ini. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here