Kemenkes akan Pasok Vaksin 1,025 Juta Dosis untuk Kawasan Mandalika

Ariyanti Anaya dan Charles Honoris (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memasok 1,025 juta dosis vaksin untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok di Kawasan Mandalika. Vaksinasi di sekitar kawasan Mandalika ditargetkan tuntas sebelum World Superbike (WSBK) yang akan digelar 12 – 14 November mendatang.

‘’Kami sudah menghitung, Mandalika kira-kira dibutuhkan 1,025 juta dosis vaksin untuk mencapai 70 persen. Saya sudah koordinasi, kami akan menyelesaikan 70 persen sebelum WSBK dimulai,’’ ujar Plt Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, drg. Ariyanti Anaya, MKM., di Kantor Gubernur, Kamis, 9 September 2021.

Iklan

Ia mengatakan, Kemenkes sangat mendukung percepatan vaksinasi di daerah. Mulai Agustus sampai Desember mendatang, Indonesia akan kedatangan banyak vaksin dari luar negeri. Disebutkan, pada Bulan Agustus sekitar 60 juta dosis, September 80 juta dosis, kemudian Oktober – Desember jumlahnya akan terus naik.

Ia menjelaskan, sebelumnya vaksinasi Covid-19 diprioritaskan di daerah zona merah terutama di Pulau Jawa dan Bali sesuai Instruksi Presiden. Sekarang, kata Ariyanti, Kemenkes mulai mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah lain di luar Jawa dan Bali.

‘’NTB tak pilih-pilih vaksin sehingga kami senang. Karena memang tidak perlu pilih-pilih vaksin,’’ katanya.

Ariyanti menyebutkan, vaksin yang akan datang berikutnya adalah Pfizer, Johnson and Johnson, Astrazeneca dan Novavax. Untuk vaksin jenis Novavax akan datang sebanyak 50 juta dosis, Astrazeneca hampir 50 juta dosis, Pfizer 50 juta dosis dan vaksin dari Biofarma.

‘’Dengan adanya berbagai macam vaksin ini, maka rantai dingin harus disiapkan dengan baik terutama Pfizer. Karena suhunya minus 70 derajat,’’ terang Ariyanti.

Vaksin jenis Pfizer akan segera didistribusikan oleh Kemenkes ke NTB. Saat ini, kata Ariyanti, vaksin jenis Pfizer baru digunakan di DKI Jakarta. Untuk itu, NTB diminta menyiapkan tempat penyimpanannya. ‘’1,025 dosis untuk Mandalika ini harus selesai di bulan Oktober,’’ tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengatakan vaksinasi Covid-19 di NTB memang harus dipercepat. Apalagi, NTB akan menjadi tuan rumah perhelatan WSBK pada November mendatang.

“Target pak Gubernur bisa memvaksin 70 persen, sehingga acara tersebut bisa berjalan,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh Komisi IX DPR RI, cakupan vaksinasi di NTB memang masih rendah, hampir 20 persen untuk dosis pertama. Sehingga, kedatangan Komisi IX DPR RI ke NTB untuk mengetahui kendala yang dihadapi Pemda. Supaya kendala tersebut dicarikan solusi agar vaksinasi di NTB semakin tinggi.

Apakah kendalanya berkaitan dengan stok vaksin dari Pemerintah Pusat atau distribusinya. Kedatangan Komisi IX DPR RI ke NTB juga membawa bantuan vaksin sebanyak 50.000 dosis dan alat rapid antigen sebanyak 50.000.

Sisa waktu selama dua bulan sebelum perhelatan WSBK, kata Charles, harus digunakan untuk mempercepat vaksinasi di NTB, terutama daerah luar Kota Mataram. Karena capaian vaksinasi di Kota Mataram sudah berada di angka 65 persen.

“Tetapi di wilayah lain seperti Bima, Lombok Tengah juga masih rendah. Seperti saya sampaikan ke pak Gubernur, harus gandeng seluruh elemen masyarakat. Termasuk menggandeng TNI/Polri untuk melakukan vaksinasi di daerah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan perlu upaya bersama secara gotong royong untuk mempercepat vaksinasi di NTB. Karena Pemerintah baik pusat dan daerah tidak akan bisa berjalan sendiri. “Harus ada gotong royong, upaya bersama, baik itu oleh legislatif, eksekutif maupun berbagai elemen masyarakat di sini,” pintanya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional