Kemendes PDTT Jadikan NTB Daerah Uji Coba Aplikasi Ruang Desa

Mataram (suarantb.com) – Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama pemerintah Australia melalui  Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) mengembangkan aplikasi daring berbasis android bernama Ruang Desa.

Aplikasi yang diluncurkan pada Januari 2017 oleh Mendes PDTT dan Duta Besar Australia ini, kini tengah memasuki fase uji coba selama 6 bulan yang dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Timur, Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Iklan

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian, Pelatihan dan Informasi Kemendes PDTT, M. Nurdin, aplikasi ruang desa diperuntukkan bagi pendamping dan pengelola desa serta KMPD dan penggerak swadaya masyarakat.

“Aplikasi daring ruang desa memiliki fitur untuk memudahkan aparat pengelola desa/KMPD dalam melakukan konsultasi langsung dengan pendamping desa, mendapatkan notofikasi dari Kemendes PDTT dan informasi terkait UU desa dan tata kelola desa,” ujarnya di Mataram, Senin, 3 April 2017.

Menurutnya, teknologi merupakan instrumen kunci yang bisa mendukung pembangunan desa. Oleh karena itu, Ruang Desa yang diaplikasikan di NTB dalam fase uji coba 6 bulan ini, diharapkan dapat memudahkan pemerintah untuk mendapatkan data yang aktual dalam memetakan permasalahan mendesak yang ada di desa.

“Kami berharap kerja sama dengan Pemprov NTB ini dapat berlanjut untuk mendukung perluasan penggunaan aplikasi ini di provinsi-provinsi lain di Indonesia,” ungkap Nurdin.

Dalam uji coba tersebut, Kemendes PDTT dan Kompak melakukan pengenalan dan pelatihan fitur Ruang Desa bagi 50 pendamping dan aparat desa dari seluruh NTB. “Hal tersebut dimaksudkan agar mereka dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan baik dan terjadi sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan UU Desa,” imbuh Nurdin.

Ruang Desa adalah portal belajar elektronik yang memilki fitur konsultasi langsung terkait UU Desa dan menyediakan akses ke sumber belajar termasuk video tutorial. Pendamping dan aparatur desa nantinya dapat melakukan tanya jawab lewat percakapan pesan dan suara.

“Kami berharap Ruang Desa dapat dikembangkan di wilayah lain sehingga 21.000 fasilitator desa dapat menggunakan aplikasi ini untuk dapat mendukung pemerintah desa dalam melaksanakan tugas mereka termasuk pengelolaan dana desa,” pungkas Nurdin. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here