Kemen PANRB Tunggu Verifikasi Data P3K

Ilustrasi. (Sumber : 123RF.Com)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) memberikan deadline kapada Pemprov NTB untuk menyerahkan hasil verifikasi data Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sampai akhir Oktober ini. Sejauh ini, Pemprov masih menunggu hasil verifikasi data eks honorer kategori II (K2) yang lulus seleksi P3K pada 2019 lalu.

‘’Sampai akhir bulan ini (Oktober, red) kita diberi kesempatan untuk melengkapi data itu. Sudah kita suruh Dinas Dikbud supaya segera menyampaikan hasil verifikasi datanya,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 26 Oktober 2020.

Iklan

Syamsul mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat dengan Dinas Dikbud NTB belum lama ini. Dinas Dikbud sudah berjanji akan menyerahkan hasil validasi data eks honorer yang lulus menjadi P3K pada Jumat pekan lalu. Namun sampai sekarang belum diserahkan.

Mengenai informasi bahwa banyak eks honorer K2 yang lulus menjadi P3K datanya salah. Syamsul mengatakan sebenarnya datanya bukan salah. Pihaknya bersama Dinas Dikbud sedang memvalidasi mereka yang lulus menjadi P3K tersebut mengenai mata pelajaran yang diajar dan tempatnya mengajar saat ini.

‘’Misalnya, ada  sarjana hukum, dulu dia boleh mengajar. Kalau dia mengajar PPKN, maka ndak ada yang salah. Hanya mau memetakan mereka mengajar apa, posisisnya di mana sekarang,’’ ucapnya.

Karena, saat ini ada juga yang sudah pindah mengajar. Namun, untuk data detailnya, BKD masih menunggu hasil verifikasi dari Dinas Dikbud NTB.

‘’Kita mengonfirmasi ulang karena Dikbud yang lebih tahu. Masalahnya guru ini, dia dulu tempatnya mengajar  di sini, dia dulu jadi ini. Siapa tahu dia sudah berubah mata pelajaran yang diajarkan. Makanya kita masih konfirmasi,’’ terangnya.

Setelah verifikasi data selesai, maka akan disampaikan ke Kemen PANRB. Selanjutnya akan dilakukan pemberkasan P3K. Ia mengatakan, eks honorer K2 yang lulus jadi P3K tahun 2019 tersebut masih belum diangkat. ‘’Sekarang mereka masih menjadi pegawai di tempat masing-masing, belum resmi sebagai ASN,’’ tandasnya.

Sebanyak 223 eks honorer K2 Pemprov NTB yang telah dinyatakan lulus menjadi P3K pada 2019 lalu. Dari 379 eks honorer K2 Pemprov yang ikut seleksi, sebanyak 156 orang dinyatakan tidak lulus menjadi P3K. Sedangkan sebanyak 223 eks honorer K2 yang lulus menjadi P3K Pemprov NTB. Terdiri dari tenaga guru 205 orang dan penyuluh pertanian 18 orang.

Dalam rekrutmen P3K tahun 2019, ribuan eks honorer K2 mengadu nasib menjadi P3K di seluruh Pemda di NTB. Dalam tahap seleksi administrasi, sebanyak  3.984 pendaftar yang merupakan eks honorer K2 di NTB dinyatakan lulus.

Pendaftar yang lulus seleksi administrasi selanjutnya berhak ikut tes tulis yang dilaksanakan 23 -24 Februari 2019. Dengan rincian, Pemprov sebanyak 379 orang, Kota Mataram 62 orang, Lombok Barat 208 orang, Lombok Tengah 752 orang, Lombok Timur 508 orang dan Lombok Utara 56 orang. Selanjutnya, Sumbawa Barat 164 orang, Sumbawa 620 orang, Dompu 35 orang, Bima 1.183 orang dan Kota Bima 17 orang. (nas)