Kembangkan Potensi Perikanan dan Kelautan, Rokhmin Dahuri Sebut Lotim ’’Malas’’

Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri menyerahkan buku pada Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy di Kantor Bupati Lotim, Kamis, 3 Desember 2020. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Penasehat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, M.Sc., mengingatkan kepada Pemkab Lombok Timur (Lotim). Rokhmin Dahuri yang juga mantan Menteri KKP era kabinet Gotong Royong ini mengungkapkan hal tersebut pada acara studium general yang digelar di Kantor Bupati Lotim, Kamis, 3 Desember 2020.

Menurutnya, Pemerintah Lotim dinilai malas dalam pengembangan potensi perikanan. “Saya katakan malas itu dalam bahasa mencambuk,” ucap Rokhmin saat dikonfirmasi kembali usai acara.

Diakuinya, Lotim baru memanfaatkan rata-rata 12 persen saja potensi perikanan. Menurutnya, masih sangat terbuka lebar peluang untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Lotim. Perencanaan yang baik itu, ujarnya, baru 50 persen. Diperlukan langkah selanjutnya meyakinkan pemerintah pusat. “Kapan terwujud, bergantung kita semua,” ungkapnya.

Potensi budidaya laut Lotim memiliki 6.869,97 hektare (ha). Pemanfaatannya baru 29,18 hektare atau 0,42 persen. Masih ada peluang 6,840 hektare. Budidaya tambak Lotim memiliki potensi 3.500 hektare. Termanfaatkan baru 450,10 hektare atau baru 12,86 persen. Ikan kolam Lotim potensial mengembangkan di atas lahan 1.771,35 hektare. Akan tetapi sampai catatan terakhir baru 219,49 hektare.  Termanfaatkan hanya 13,39 persen, atau ada potensi 1.551,86 hektare belum tersentuh.

Lainnya potensi budidaya keramba Lotim memiliki lahan seluas 10 hektare. Pemanfaatannya 4,84 hektare atau 48,40 persen. Masih ada 5,16 hektare yang menanti sentuhan. Terakhir potensi minapadi Lotim ada diatas lahan seluas 3.138 hektare. Akan tetapi hanya 3 hektare yang sudah dimanfaatkan atau 0,10 persen saja. Tersisa 3,135 hektare yang belum.

Rokhmin Dahuri menyarankan untuk Lotim segera mencanangkan pembangunan ekonomi. Antara lain melakukan revitalisasi seluruh sektor ekonomi dan dunia usaha yang ada. Pendapatan per kapita penduduk Lotim Rp16,91 juta per kapita per tahun diketahui terendah di NTB. Angka ini diminta dapat ditingkatkan. Sektor perikanan, pertanian dan kehitanan disebut menjadi penyumbang tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim. Maka, sektor ini harapnya harus banyak disentuh pengembangannya.

Di antara yang menjadi catatan Rokhmin adalah, selama lima tahun terakhir ini produksi perikanan budidaya masih rendah. Tahun 2018, sebagian besar produksi perikanan budidaya berasal dari rumput laut 50,4 persen, ikan kolam 38,55 persen dan tambak 10 persen.

Menanggapi hal ini, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy siap melaksanakan apa yang menjadi arahan penasehat Menteri KKP ini. Catatan-catatan tentang peluang dan tangangan pengembangan sektor perikanan dan kelautan ini diminta dapat dimplementasikan ke depan. Hasilnya diharapkan dapat terlihat di tahun keempat kepemimpinannya. “Kita berharap tahun 2022 mendatang, sudah kelihatan hasilnya,” imbuhnya.

Bupati pun langsung memerintahkan pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD) untuk mempelajari dan mengaplikasikannya. Mulai tahun 2021 mendatang, salah satu prioritas yang dilakukan adalah pengembangan garam. “Perluasan tambak garam dan industrialisasi garam menjadi prioritas tahun 2021 mendatang,” terang Bupati.

APBD Lotim 2021 katanya sudah diketok. Semua pimpinan OPD diperintahkan segera melaksanakan perencanaan. Bila perlu segera siapkan lelang pembangunan. “Jangan santai-santai lagi,” tegas bupati.

Capaian realisasi anggaran dalam waktu dekat ini katanya akan dievaluasi. Harapannya, bagi yang belum merealisasikan sampai 97 persen segera menyelesaikannya di sisa waktu yang ada. (rus)