Kembangkan Desa Wisata, Giri Sasak Kolaborasi Dengan Perguruan Tinggi

Salah satu spot swafoto di desa Giri Sasak, Lobar ini banyak dikunjungi oleh pengunjung. (suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Giri Sasak kecamatan Kuripan kabupaten Lombok Barat (Lobar) getol mengembangkan wisata desa dengan berkolaborasi dengan pihak perguruan tinggi Pariwisata (Poltekpar). Pihak desa saat ini sudah membuat beberapa spot wisata di desa itu, di antaranya spot selfie.

Kades Giri Sasak, Hamdani mengatakan untuk pengembangan desa wisata itu akan berkolaborasi dengan Poltekpar. “Kami sudah masukkan proposal untuk bantuan ke desa wisata. Kemungkinan akan dibantu. Selain itu akan dilakukan pemberdayaan masyakarat dan Pokdarwis,” jelas dia. Pihak Poltekpar sudah turun  ke lokasi wisata. Termasuk yang ikut turun Mantan Asisten III yang saat ini menjadi dosen di sana.

Iklan

 Desa juga dibantu oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kerja Pentas (Pelangan Tasturae) sudah membuat spot selfi pada bulan November 2020. Spot Selfi dibangun  di Bukti Ledu Batugendang dengan ukuran 9×6 meter. Di spot Selfi ini disiapkan tempat duduk, tempat ngopi bagi pengunjung.

“Untuk luas areal yang akan dikembangkan seluas 3 hektar sudah disepakati oleh KPH untuk wisata,” katanya. Ia mengakui, semenjak dibuka spot Selfi ini sudah ramai. Pengunjung bisa mencapai 100 orang per hari, sehingga ratusan orang pengunjung per pekan yang kebanyakan milenial.

Kedepan lanjut dia, pihak Desa akan menyiapkan kolam renang rakyat di lokasi yang sama. Kolam ini akan dibangun dari SD dengan biaya sekitar Rp300 juta lebih dengan ukuran 10×20 meter. “Kami akan bangun awal tahun depan,” jelas dia. Kolam ini tidak  dianggarkan lewat kabupaten. Karena itu berharap tinggal penataan kawasan bisa dilakukan pihak kabupaten. “Berharap perhatian Pemda karena KPH sudah berikan bantuan,” ujarnya.

Kalau desa wisata jalan maka PADdes akan masuk ke desa sehingga masyakarat bisa berdaya. Namun sejauh ini dari pengembangan wisata, pihaknya belum bisa menarik karena belum launching. “Nanti kalau sudah beroperasi kami berikan pengelolaan ke Bumdes,” imbuh dia. Termasuk pihaknya akan mengatur melalui Perdes Pengelolaan wisata. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional