Kembangkan Budaya Literasi di Masyarakat

Jimmy Nelwan (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Ketergantungan generasi muda terhadap gawai menjadi tantangan. Pesatnya kemajuan teknologi informasi mengubah kebiasaan masyarakat. Hal ini perlu diimbangi dengan mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat, agar sumber daya manusia lebih berkualitas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Mataram, Jimmy Nelwan secara gamblang menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dengan meningkatkan gemar membaca di masyarakat. Kemampuan intelegensi seseorang tidak lepas dari kebiasaan membaca.

Iklan

Kemajuan teknologi informasi menggeser kebiasaan masyarakat. Pada zaman dulu masyarakat membaca secara manual. Era digitalisasi semakin mempermudah masyarakat mengakses informasi. “Kalau mau meningkatkan SDM masyarakat perlu juga meningkatkan budaya membaca,” kata Jimmy ditemui Jumat, 8 Oktober 2021.

Kecenderungan generasi muda saat ini ketergantungan terhadap gawai. Menurut mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja bahwa gamai memang penting sebagai kemajuan teknologi informasi. Tetapi perlu dibatasi, sehingga generasi muda tidak terjebak dengan hal – hal negatif.

Disatu sisi, gawai menjadi sumber informasi yang mudah diakses. Contohnya, ibu rumah tangga yang belajar memasak cukup mengklik di menu pencarian. “Saya tidak ketergantungan sih. Yah, bagaimana cara kita mengontrol dan memanfaatkan teknologi itu,” jelasnya. Dari sisi kearsipan, pihaknya secara perlahan akan membangun relasi ke pemerintah pusat untuk mencari anggaran.

Jimmy berencana membangun pusat studio yang menampilkan sejarah yang pernah terjadi di Kota Mataram. Misalnya, informasi kedatangan presiden Soeharto, KH. Abdurrahman Wahid, Megawati dan lain sebagainya. Sejarah itu bisa mengingatkan dan menambah wawasan generasi muda saat ini. “Jadi pemerintah yang terjadi sejak dulu sampai kedepan nantinya bisa terekam dan menjadi ilmu bagi generasi muda,” demikian Jimmy. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional