Kembali Memanas, Dua Kubu KNPI NTB Berebut Kantor Sekretariat

Mataram (suarantb.com) – Dua kubu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB kembali memanas. Hal ini dipicu perebutan kantor KNPI NTB.

Kubu KNPI NTB hasil Musda Hotel Grand Legi yang dipimpin Lalu Wira mendatangi kantor KNPI NTB di Jalan Pendidikan Nomor 29 Mataram, Senin, 25 Juli 2016 pagi. KNPI NTB kubu Lalu Wira  ingin menduduki kantor yang saat ini diduduki oleh KNPI hasil Musda Hotel Lombok Raya pimpinan Hamdan Kasim.

Iklan

Kepada wartawan, Sekretaris KNPI kubu  Lalu Wira, Lalu Athar menjelaskan pada awalnya pihaknya berniat mendatangi Sekretariat KNPI secara damai.  Dan hanya menginginkan, diberi ruang untuk berkantor di gedung KNPI NTB tersebut.  Namun, ketika akan memasuki areal gedung, mereka  dihadang  oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan diri sebagai masyarakat Kota Mataram.

Hal tersebut sontak membuat mereka geram. Pasalnya, lanjut Athar, seharusnya mereka menyambut dengan baik. Sebab mereka, sama-sama berhak atas pemanfaatan gedung tersebut.  KNPI kubu Hamdan Kasim yang diwakili oleh sekretarisnya, Andi Nasrudin menampik hal tersebut.

Andi mengatakan  jika KNPI  kubu Lalu Wira mau berbicara baik-baik, pihaknya pasti akan menerima dengan tangan terbuka.  Ia juga menambahkan tidak perlu membawa aparat kepolisian. “Kalau mereka mau datang baik-baik, bicara baik-baik, kita pasti terima dengan baik. Malah kita mau ajak minum kopi. Tidak perlu pakai pengawalan segala.” katanya.

Terkait dengan klaim kedua kubu yang menyatakan masing-masing punya legalitas, Andi mengatakan KNPI kubu Lalu Wira bukanlah KNPI yang didirikan oleh kelompok Cipayung 1973. Karena, ada tiga Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM  terkait pendirian KNPI. Hal tersebutlah yang menjadi dasar dari perbedaan kedua kubu.

  Pemprov Terjunkan Tim Tertibkan Ratusan Aset Bermasalah

Andi juga  menangggapi permintaan KNPI  kubu Lalu Wira yang ingin menduduki gedung sekretariat KNPI. Ia menyarankan KNPI Kubu Lalu Wira  mengajukan tuntutan ke Pemerintah Provinsi NTB. “Terkait dengan aset, harusnya mereka tidak kesini, harusnya ke provinsi,” ujarnya. (ast)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here