Kematian Pasien Covid-19 di Mataram Tertinggi di NTB

H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Persentase kematian pasien positif Covid-19 di Kota Mataram mencapai 5,7 persen. Jumlah tersebut sekaligus melampaui persentase kematian di NTB yang sampai dengan 18 Februari 2021 mencapai 4,15 persen. “Kita yang tertinggi di NTB kalau persentase kematian,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, H. Usman Hadi, Jumat, 19 Februari 2021.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Kota Mataram, sampai dengan 19 Februari 2021 total pasien positif mencapai 2.107 kasus. Rinciannya, 1.920 orang pasien dinyatakan sembuh, 75 orang masih menjalani perawatan, dan 112 orang lainnya meninggal. Pasien meninggal tersebut didominasi oleh pasien komorbid atau penyakit penyerta. “Ini 99 persen yang meninggal punya komorbid,” jelas Usman.

Iklan

Untuk menekan tingginya persentase kematian tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah memasifkan pelacakan dan penyaringan kontak pasien terkonfirmasi positif. Mengingat persentase kematian berhubungan erat dengan jumlah keseluruhan pasien yang berhasil ditangani.

Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19 juga terus dilakukan. Salah satunya dengan memastikan masyarakat yang memiliki keluhan sakit dengan gejala Covid-19 segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. “Apalagi pelayanan kesehatan kita di 11 puskesmas sudah gratis. Karena itu, masyarakat jangan ragu untuk berobat, sebelum gejala semakin berat,” ujarnya.

Penerapan gerakan 5M juga diharapkan menjadi kunci untuk mencegah penularan. Antara lain dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menerangkan Pemkot Mataram saat ini menargetkan perubahan zona pandemi. “Kita harapkan Maret ini sudah terlihat penurunan kasus. Sehingga kita setidaknya bisa berubah dari oranye ke kuning. Kalau untuk ke zona hijau mungkin agak kurang realistis,” ujarnya, Jumat, 19 Februari 2021.

Diterangkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar penapisan massal beberapa waktu lalu. Dari 3.000 reagen yang disiapkan, sebanyak 2.700 sampel swab berhasil dikumpulkan.

“Dari penapisan itu juga kita bisa melihat hasilnya, sudah sesuai dengan target kita. Dari satu orang pasien positif, minimal kita lakukan pelacakan ke 20 orang kontaknya. Jadi sampai akhir Februari ini, memasuki Maret kita harapkan kasus bisa melandai,” tandas Nyoman. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional