Kematian karena Covid-19 di Dompu Terus Bertambah

Hj. Iris Juita Kastianti. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu masih berada dalam zona oranye penyebaran Covid-19 dan 4 wilayahnya zona kuning. Kasus positif Covid-19 di Dompu sejak awal kemunculannya telah mencapai 790 pasien dan 707 orang diantaranya dinyatakan sembuh, serta 24 orang meninggal dunia.

“Kemarin ada tambah satu orang pekerja di Huu asal Jakarta (Jawa Barat) meninggal di RSUD setelah menjalani perawatan di ruang isolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Minggu, 18 April 2021.

Iklan

Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd yang dihubungi terpisah membenarkan pekerja di Huu dengan KTP Jawa Barat berinisial S (50) meninggal dunia karena positif Covid-19 pada Jumat, 16 April 2021 sekitar pukul 13.30 wita dan dimakamkan dengan protokol kesehatan di Desa Adu kecamatan Huu, Sabtu, 17 April 2021. Ia dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu sejak 9 April 2021. “Dia memiliki gejala diabetes dan pneumonia berat,” kata Ida Fitriani.

Saat ini, lanjut Ida, pihaknya sedang merawat 5 orang pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD Dompu. Kelima pasien ini, rata – rata bergejala ringan hingga sedang. “Kalau tidak bergejala, tempat isolasinya di Sanggilo. Lima orang ini gejalanya ringan,” terangnya.

Hj. Iris Juita mengatakan,bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal menjadi peringatan bagi daerah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Ancaman Covid-19 masih ada, kendati pemberian vaksin masih terus dilakukan. Karena vaksin tidak menyebabkan seseorang kebal terhadap Covid-19, tapi akan mengurangi resiko ketika terjangkit Covid-19.

Hj. Iris mengaku, akan melakukan kontak traking terhadap pekerja yang meninggal karena Covid-19 di Huu. Contact tracing dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (ula)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional