Kemarau, Pengusaha Sumur Bor Kebanjiran Order

Pekerja tengah membangun sumur bor di Desa Pengadang Praya Tengah, Rabu, 24 Oktober 2018 kemarin. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kondisi kekeringan yang tak kunjung berakhir membuat masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai mencari solusi untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Selain dengan membeli air bersih. Membuat sumur bor secara swadaya kini juga mulai dilirik masyarakat. Akibatnya, pengusaha jasa pembuatan sumur bor kini kebanjiran order.

“Sejak musim kemarau ini, permintaan pembuatan sumur bor memang ada peningkatan,” aku L. Winangun, pengusaha jasa sumur bor, kepada Suara NTB. Walaupun biaya untuk membuat sumur bor tidak murah. Masyarakat harus merogoh kocek lebih dari Rp20 juta untuk membangun satu sumur bor.

Iklan

Diakui, pihaknya hampir setiap hari mendapat permintaan pembangunan sumur bor. Sehingga praktis pekerja yang ada harus berkerja setiap hari. Untuk memenuhi permintaan masyarakat untuk dibuatkan sumur bor. “Sekarang ini saja, kita masih menyelesaikan pembangunan sumur bor. Begitu selesai, sudah ada permintaan yang lain,” akunya.

Roni, salah seorang warga Desa Pengadang mengaku, membangun sumur bor kini jadi solusi terbaik untuk bisa mengatasi kondisi kebutuhan air bersih. Karena kalau mengandalkan air dari PDAM Praya sudah tidak bisa lagi. Apalagi kalau menunggu hujan.

Disatu sisi, kebutuhan air bersih masyarakat pada musim kemarau seperti sekarang ini sangat tinggi. “Kalau untuk kebutuhan pertanian jangan ditanya lagi, sudah tidak ada. Sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat susah,” tegasnya.

Sehingga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, mau tidak mau harus membangun sumur bor. Karena kondisi yang memaksa demikian. “Kalau sudah ada sumur bor, paling tidak pada musim kering ke depan kita sudah tidak khawatir kekurangan air bersih,” tambahnya. (kir)