Kemampuan Siswa Berkurang, Dibutuhkan Strategi Tepat untuk Praktik SMK

Umar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kemampuan siswa SMK dinilai berkurang selama pandemi Covid-19 ini. Dikarenakan tidak adanya kesempatan siswa melaksanakan praktik secara langsung di sekolah. Dibutuhkan strategi tepat untuk kebijakan praktik SMK.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Umar, S.Sos., MM., ditemui di ruang kerjanya mengatakan, apapun alasannya kemampuan siswa dalam praktik akan berkurang selama pandemi Covid-19 ini. “Karena mereka tidak bisa melaksanakan praktik secara optimal,” katanya.

Iklan

Ia mengatakan, komposisi pembelajaran yang ideal di SMK yaitu 70 persen berupa praktik dan 30 persen berupa teori. Umar memastikan saat ini sulit untuk mencapai ketuntasan kurikulum untuk praktik. “Jangankan praktik, bahkan yang teori pun juga tidak sampai,” ujarnya.

Namun demikian, menurut mantan Kepala SMKN 3 Mataram ini, jika sampai akhir tahun ini pandemi Covid-19 bisa selesai, pihaknya bisa mengomunikasikan untuk membuat kurikulum dengan materi yang esensial. Menurutnya, saat ini bukan lagi target kurikulum yang diutamakan, tapi penanaman nilai-nilai seperti kedisiplinan, kejujuran yang penting diutamakan.

Umar menekankan, praktik siswa sulit dilakukan secara daring, karena dibutuhkan bimbingan dan ketepatan dalam proses praktik siswa. “Jangankan praktik daring, kita lihat langsung saja banyak siswa yang belum paham. Praktik itu tidak bisa hanya dilihat saja, harus dicoba, dilakukan, harus terus kontinu dicoba, baru dia terampil,” katanya.

Ia berharap simulasi pembelajaran tatap muka yang direncanakan mulai pekan depan bisa berjalan lancar, maka praktik SMK akan bisa dilaksanakan dengan baik. Namun jika ada SMK yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik, maka pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Rumindah, menyarankan, guru harus kreatif dalam pengajaran siswa di SMK. Apalagi selama beberapa tahun terakhir terjadi bencan alam seperti gempa bumi di tahun 2018 dan bencana non alam seperti virus Corona (Covid-19) di tahun 2020 ini. Kondisi itu mengakibatkan pembelajaran di SMK menjadi tidak sempurna. Karenanya guru harus kreatif dalam memberikan materi dan praktik, sehingga kompetensi siswa tetap terjaga. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here