Kemajuan Teknologi Picu Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di NTB

Mataram (suarantb.com) – Maraknya pelecehan seksual terhadap anak kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Pelaku kekerasan dan pelecehan seksual itu sendiri, dimulai dari kalangan keluarga terdekat hingga orang asing yang mengimingi korban dengan uang. Adapun beberapa faktor yang dinilai memicu terjadinya kekerasan seksual terhadap anak-anak salah satunya kemajuan teknologi.

Kasus kekerasan dan pelecehan seksual marak terjadi di NTB. Seperti beberapa waktu lalu, tiga pria melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah NTB dengan tiga TKP yang berbeda, yakni di Sumbawa, Kabupaten Lombok Utara, dan Lombok Barat. Belum lagi, kasus terbaru, seorang warga negara asing asal Italia ditetapkan menjadi tersangka dugaan pedofilia yang dilakukan di kediamannya.

Iklan

Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, SH mengatakan, maraknya kekerasan seksual terhadap anak jika dilihat dari sisi pelakunya berkaitan dengan mudahnya mendapatkan informasi.

“Kalau dari sisi pelaku, kita melihat sekarang bahwa keterbukaan informasi terutama kaitannya dengan pornografi dan pornoaksi. Ini sudah sangat luar biasa masif di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Mataram, beberapa waktu lalu.

Joko menambahkan, kehadiran telepon genggam yang semakin canggih dan menjamur di kalangan masyarakat juga berpengaruh terhadap akses pornografi yang mudah dijangkau.

“Rata-rata HP yang mereka pakai sudah bisa menampilkan multimedia. Di situlah kemudian akses terhadap pornografi itu semakin merajalela. Dan ini tidak bisa dikendalikan,” imbuhnya.

Menurut Joko, meskipun Kementerian Kominfo sudah berupaya menutup ribuan website terlarang, beribu website terlarang pula yang akan muncul kembali. Sehingga, jalan satu-satunya untuk mencegah terjadinya aksi pelecehan seksual terhadap anak yaitu pentingnya peran keluarga untuk mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan teknologi.

“Saya kira, jalan satu-satunya bagaimana orang tua memproteksi anak-anaknya. Teknologi menjadi faktor penyebab tapi kemudian keluarga juga membantu proses percepatan itu,” tegasnya.

Terkait masalah itu, LPA mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan seksual terhadap anak. Ia juga menghimbau, kekerasan dan pelecehan seksual bisa terjadi kapan, di manapun , dan kepada siapapun.

“Ayo proteksi anak-anak kita. Baik anak kandung, maupun anak-anak di sekitar kita. Ancaman terhadap kekerasan seksual anak itu ada di mana saja, di level manapun, strata sosial manapun selalu ada,” pungkasnya. (dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here