Kelurahan Keluhkan Minimnya Anggaran

I Made Putu Sudarsana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kelurahan mengeluhkan minimnya anggaran yang dikelola. Anggaran tersedia hanya untuk membayar gaji. Pelaksanaan program kelurahan tertunda.

Salah satu lurah mengeluhkan setelah dilantik awal Juli lalu terkejut dengan kondisi anggaran di kelurahan. Pasalnya, tidak ada program apapun yang bisa dikerjakan karena minimnya anggaran. Anggaran yang tersedia pun hanya untuk membayar gaji kepala lingkungan, honor operator roda tiga. Sedangkan, program lainnya tidak ada. “Untuk rapat saja tidak ada untuk beli snack,” kata lurah yang enggan dikorankan identiitasnya.

Iklan

Ketidaktersediaan anggaran tersebut membuatnya tidak bisa berbuat apa. Program dilaksanakan hanya kegiatan rutin dan administrasi di kantor. Untuk kegiatan pemberdayaan ke masyarakat maupun padat karya pun nihil. “Iya, kegiatan rutin saja ngurus administrasi di kantor,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Pemerintah Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana mengatakan, anggaran yang tersedia di kelurahan hanya fokus untuk penanganan Covid-19. Namun, ia membantah jika kelurahan tidak mengelola anggaran sama sekali. Karena, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan PPKM level 4 dianggarkan oleh Pemkot Mataram. Satu posko PPKM dialokasikan anggaran Rp2 juta. “Kalau dikatakan tidak ada salah juga,” katanya.

Putu menegaskan, kelurahan tidak bisa menyamakan dana kelurahan dengan tahun – tahun sebelumnya. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hanya memfokuskan penanganan pandemi. Semua kegiatan baik di kelurahan maupun kecamatan serta di pemerintah kota arahnya ke penanganan Covid-19. “Iya, memang cuma anggaran dibatasi,” tandasnya.

Selama pandemi Covid-19, anggaran di kelurahan maupun OPD dikurangi. Misalnya, alokasi anggaran sebelumnya Rp100 juta dikurangi menjadi Rp50 juta. Untuk kegiatan pemberdayaan maupun swakelola masyarakat tidak bisa, karena kondisi kedaruratan. Pemerintah tidak pernah berharap adanya pandemi terjadi. Bagaimanapun juga pemerintah harus fokus pada pencegahan dan penanganan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional