Keluarga Tolak RSUD Bima Pulangkan Jenazah Menggunakan Protokol Covid-19

Keluarga Almarhum Im, warga Desa Ngali yang dinyatakan terkonfirmasi Covid membawa jenazah keluar dari RSUS Bima tanpa protokol kesehatan cegah penularan Covid-19, Rabu, 9 September 2020.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) -Almarhum Im (65) warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19 oleh pihak RSUD Bima. Pihak kelurga menolak jenazah Im dipulangkan dengan protokol Covid-19, pada Rabu, 9 September 2020 sekitar pukul 15.00 Wita.

Salah seorang keluarga almarhum, Usman mengaku, awalnya Im di bawa ke PKU Muhammadiyah karena mengalami sakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Setelah itu, pihak PKU Muhammadiyah menyatakan bahwa Im mengalami reaktif Covid-19 dan dipindahkan ke RSUD Bima.

Iklan

Di RSUD Bima, Im dimasukkan dan dirawat di dalam kamar isolasi. Hanya saja selama proses pelayanan oleh petugas, tidak ada protokol Covid-19 yang dilaksanakan oleh petugas. Karena saat memberikan pelayanan, petugas tidak menggunakan APD protokol Covid-19.

“Jika memang almarhum ini dinyatakan reaktif, kenapa pihak RSUD tidak melarang istrinya untuk berdekatan dengan almarhum dan petugas yang merawat tidak menggunakan protokol Covid-19,” katanya.

Usman merasa kecewa dengan keputusan pihak RSUD yang tiba-tiba menyatakan almarhum positif corona setelah Im dinyatakan meninggal. Untuk itu, pihak keluarga menolak jika pemulangan jenazah almarhum menggunakan protokol Covid-19.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, Rifai, S.Sos M.AP., mengaku belum mengetahui persoalan itu. Pasalnya, ia masih menunggu kronologis dari RSUD Bima untuk dilaporkan ke Satgas Provinsi NTB.

“Sebaiknya tanyakan ke RSUD Bima, kami juga sedang tunggu kronologis dari RSUD Bima untuk kami laporkan ke Satgas Propinsi,” ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Bima, dr. Ihsan Sementara enggan memberikan penjelasan dan hanya mengarahkan agar menanyakan hal itu kepada Humas RSUD setempat supaya mengetahui penjelasan dan kronologisnya lebih detail. “Ke Humas saja yang memberikan penjelasan,” pungkasnya. (uki)