Kelompok “Tree of Hope”, Anak-anak di Ekas Buana Belajar Lima Bahasa Asing Gratis

Kegiatan belajar bahasa asing anak anak di Desa Ekas Buana yang digelar di bawah pohon pinggir Pantai Ekas. (Suara NTB/ist)

“Sangat beruntung”. Demikian mungkin kesan pertama yang muncul saat mengetahui anak-anak di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapatkan pelajaran bahasa asing secara gratis dari pemilik Panorama Cottages,Rut Siren. Tidak tanggung-tanggung, lima bahasa asing sekaligus yakni Bahasa Inggris, Jepang, Italia, Korea dan Spanyol.

Menjawab Suara NTB, Senin, 8 Maret 2021 Ibu Rut sapaan akrab pemilik Panorama Cottages ini menyebutkan, sedikitnya 30 anak-anak Desa Ekas yang tinggal tidak jauh dari Hotel Panorama Cottages yang bergabung dalam kelompok belajar yang dinamai Tree of Hope atau pohon harapan. Semuanya cukup bersemangat dalam  belajar, meski demikian tidak dinafiikan ada beberapa anak kadang saja hadir ikuti pelajaran.

Iklan

Anak-anak yang ikut pelajaran bahasa asing ini merupakan anak-anak aktif sekolah di tingkat dasar. “Berlaku bagi semua umur sampai maksimal SD kelas 6 yang

paling besar dalam kelompok belajar,” tuturnya

Kegiatan belajar mengajar, aku Ibu Rut dimulai pada Desember 2020 lalu. Meski di tengah situasi pandemi dan hotelnya sepi, namun tidak membuat langkah kreasinya terhenti untuk mendarmakan diri. “Untuk bahasa asing sendiri baru dimulai bulan Desember 2020, tetapi saya sudah in-touch dan berkomunikasi dengan anak anak ini dari tahun 2018 ketika Panorama Cottages dibangun,” paparnya.

Materi diajarkan adalah education civics, seperti harus mengucapkan salam ketika berbelanja di warung, membuang sampah pada tempatnya dan berani menegur mereka yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Ada juga pelajaran wawasan

umum lainnya yang bisa dijadikan obrolan berbobot.

Anak-anak ke depan diyakini akan menjadi promotor desanya. Setidaknya bisa memberikan penjelasan kepada orang asing tentang potensi Desa Ekas Buana. Pemberian pelajaran bahasa asing ini katanya untuk mempersiapkan efek positif kepada masyarakat,  khususnya bidang pariwisata.

Para tamu Hotel Panorama  katanya juga yang kerap diajak ikut membantu mengajari anak-anak Ekas. Para tamu asing tersebut katanya cukup senang memberikan pelajaran ke anak-ana. “Saya ingin masyarakat belajar dan melihat bahwa ketika investor datang

menjalankan/membangun pariwisata, tidak hanya tentang menyiapkan  lapangan pekerjaan untuk mereka melainkan juga ada ajaran positif lain,” imbuhnya.

Ibu Rut sendiri merupakan sosok yang sudah sarat pengalaman. Sudah mengajarkan dasar-dasar komunikasi di berbagai tempat. Pengalaman berkeliling dunia dan menguasai banyak bahasa juga tidak meragukan untuk memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak anak di pesisir Pantai Ekas.

Ditambahkan, pembelajaran di tempat terbuka ini juga secara tidak langsung memberikan edukasi kepada warga lainnya. Meski tidak tergabung dalam kelompok belajar namun setiap menggelar acara selalu ada warga yang menyaksikan proses belajar mengajar tanpa mengganggu aktivitas belajar.  “Ini disebut, how to acquire any language not learn it, this thecnic is learn without study ; seperti bagaimana kita belajar bicara dari orang tua kita,” ungkapnya.

Tidak saja bagi anak anak, Pemilik Fanorama Cottages Ekas ini berencana memberikan pelajaran kepada para orang tua. “Suami saya nanti yang akan memulai belajar untuk kelas orang tua,” urainya lagi.

Kegiatan belajar bahasa asing anak anak ini mendapat apresiasi dari istri Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim,  Ira Pratiwi Wibowo bersama Persatuan Istri Tentara Lombok Timur, Donatur dari Korea Mr. Geum Beck. “Ada juga para relawan pengumpul donasi buku seperti dari TNI dan kepolisian termasuk dukungan dari orang tua anak-anak, ” ujarnya. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional