Kelompok Radikal Diduga Dalangi Penembakan Polisi di Bima

Mataram (Suara NTB) – Kelompok radikal di Bima diduga kembali beraksi. Dua anggota Polres Bima Kota jadi korbannya, Senin, 11 September 2017 yang ditembak dalam perjalanan mengantar anak ke sekolah. Empat orang diduga terkait penembakan itu sudah diamankan.

Wakapolda NTB, Kombes Pol Imam Margono, dua anggota polisi menderita luka tembak masing-masing di punggung dan pinggang. Keduanya masih menjalani perawatan untuk operasi mengeluarkan proyektil di RSUD Bima.

Iklan

“Mereka ditembak waktu lagi mengantar anaknya sekolah,” ujarnya dikonfirmasi usai memimpin gelar pasukan Operasi Ngerem Rasa Gatarin 2017, di Mapolda NTB.

Bripka Jainal ditembak di Kelurahan Sadia, Kota Bima dalam perjalannya pulang usai mengantar anaknya di sebuah SD di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Korban menderita luka di punggung belakang sebelah kanan.

Korban yang merupakan anggota Satsabhara Polres Bima Kota itu diduga dibuntuti para pelaku sejumlah dua orang berboncengan sepeda motor sejak berangkat.

Berselang 15 menit kemudian, penembakan yang sama menimpa Bripka Gafur sepulang mengantar anaknya di salah satu SMP di kelurahan Penatoi, Kota Bima. Anggota Polsek Langgudu itu menderita luka tembak di pinggang kanan.

Para pelaku yang bertindak sebagai eksekutor beraksi sebanyak dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Satu orang sebagai joki atau pengendara, satu lainnya yang bertugas menembak.

“Satu pelaku yang menembak, dia beraksi berdua dengan motor. Identitas pelaku sudah diketahui, masih pengejaran,” ujarnya.

Menilik lokasi tempat kejadian perkara, kata Imam, kesimpulan sementara penembakan itu merupakan aksi teror terhadap anggota kepolisian yang dilakukan kelompok radikal.

“Pelaku diduga diduga kelompok garis keras di Bima. Masalah afiliasi kemana kita perlu perdalam lagi. yang jelas mereka ini pemain di bima,” jelasnya. “Karena tujuan mereka menebar rasa takut, jadi mereka itu teroris. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional