Kelemahan PPDB Perlu Diperbaiki

H. Rumindah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Dewan Pendidikan Provinsi NTB memandang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA, SMK, dan SLB di NTB berjalan relatif lancar. Namun, ada masalah dalam proses mendaftar, karena adanya kesalahan pada data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Secara kebijakan, seperti zonasi, sudah cukup bagus.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Rumindah. Menurutnya, PPDB tahun ini dari sisi kebijakan hampir tidak ada masalah. Justru masalahnya muncul dari jenjang pendidikan sebelumnya terutama soal data NISN. Kelemahan lainnya, terkait dengan piranti pendukung pendaftaran daring, seperti yang kerap tersendat, dan kondisi lainnya yang mempersulit pendaftaran.

Iklan

“Dari sisi kebijakan, tidak ada masalah. Permasalahan yang ditemui kemarin itu yang perlu dievaluasi,” ujar Rumindah.

Ia juga menyinggung terkait pendistribusian siswa yang belum dapat sekolah. Ada beberapa sekolah negeri yang mengeluhkan pendistribusian relatif lama, sehingga banyak orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Hal ini menyebabkan beberapa sekolah tidak mendapatkan siswa baru.

“Sebenarnya bukan masalah menurut saya, setelah daftar ulang barulah disalurkan anak yang tidak tertampung di sekolah pilihannya disalurkan ke sekolah lain, sementara orang tua gelisah, banyaklah yang masuk ke swasta. Namun, yang anggap itu masalah sekolah yang kekurangan siswa, akhirnya banyak yang tidak kebagian murid,” ujar Rumindah.

Menurut Rumindah, hal yang terpenting bahwa semua siswa harus bersekolah. “Yang jadi masalah kalau siswa tidak sekolah, dari sisi zonasi sudah bagus, tidak ada gejolak zonasi kemarin,” ujarnya.

Belajar dari permasalahan PPDB lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB akan menyiapkan aplikasi PPDB yang lebih kredibel, serta akan melakukan pendataan lebih awal. Terutama setelah tidak adanya ujian nasional (UN).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Abdurrosyidin R., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, sebelumnya menyampaikan, pihaknya tengah merencanakan membangun aplikasi PPDB yang lebih kredibel. Di samping itu, akan dilakukan pendataan lebih awal. Karena dengan belajar pada proses PPDB tahun ini, setelah tidak ada UN, pihaknya tidak memiliki data calon siswa yang valid. Karena saat UN lalu, sudah ada Data Nominasi Tetap (DNT) siswa kelas IX yang akan ikut UN.

Sebelumnya, Ketua Panitia PPDB yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Drs. Lalu Muhammad Hidlir menyampaikan, pendistribusian siswa yang belum mendapatkan sekolah itu sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB tahun 2021. “Kami mendistribusikan siswa ke sekolah yang kurang siswa. Kami menemukan siswa yang mendaftar di sekolah yang membeludak, sehingga tidak bisa diterima. Itu yang kami distribusikan,” ujarnya beberapa waktu lalu. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional