Kelanjutan Pembangunan Jalan IPDN-‘’Bypass’’ Batujai Belum Pasti

Kondisi ruas jalan kampus IPDN – bypass Batujai yang masih belum ada kejelasan kelanjutan pembangunan sejak mulai dibangun tahun 2015 lalu. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kelanjutan pembangunan ruas jalan dari Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hingga jalur bypass Batujai, sampai saat ini belum ada kejelasan. Pemkab Lombok Tengah (Loteng) tidak bisa melanjutkan proses pembangunan ruas jalan tersebut, karena status jalan masih sebagai jalan provinsi. Di satu sisi, lahan untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan belum ada, lantaran belum ada pembebasan lahan sampai sekarang ini.

Panjang ruas jalan tersebut sekitar 3,5 km lebih. Namun yang sudah berupa badan jalan baru sekitar 1,5 km dengan 500 meter di antaranya sudah dihotmix dan dikerjakan pada tahun 2015 lalu. Sisanya masih berupa badan jalan. ‘’Jadi masih ada sekitar 2 km lagi yang butuh pembebasan lahan,’’ ujar  Kabid. Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Massadri, Senin, 19 Oktober 2020.

Iklan

Diakuinya, sebelumnya pihaknya sudah mempertanyakan kelanjutan pembangunan ruas jalan tersebut ke pemerintah provinsi. Namun oleh pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas PUPR NTB menyatakan siap melanjutkan pembangunan ruas jalan tersebut asalnya lahannya sudah tersedia.

Persoalannya, untuk pembebasan lahan diserahkan tanggung jawabnya kepada Pemkab Loteng. Sementara di satu sisi, anggaran milik Pemkab Loteng sangat terbatas, sehingga  tidak akan sanggup untuk menuntaskan pembebasan seluruh lahan yang dibutuhkan.

“Di situ persoalannya. Kalau soal pembangunan ruas jalannya sendiri pemerintah provinsi siap melanjutkan. Tapi lahan-lahan yang belum dibebaskan itu menjadi tanggung jawab Pemkab Loteng untuk dibebaskan. Sementara kemampuan anggaran sangat terbatas,” jelasnya.

Mengingat, luas lahan yang harus dibebaskan tidaklah sedikit. Dengan panjang 2 km lebih dan lebar 12 meter, sudah berapa hektare lahan yang harus dibebaskan. “Detailnya berapa hektar lahan yang harus dibebaskan belum kita hitung pastinya. Tapi yang jelas cukup luas dan pastinya akan butuh dana yang tidak sedikit,” tambahnya.

Diakuinya, pihaknya tahun ini hanya bisa mengerjakan perbaikan terhadap empat ruas jalan kabupaten saja. Imbas dari pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh pemerintah pusat, menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Selebihnya hanya berupa pemeliharaan dan perbaikan skala kecil saja.

“Sisa DAK yang dipangkas itulah yang nantinya akan digunakan untuk mengerjakan perbaikan terhadap empat ruas jalan kabupaten. Yakni ruas Teruwai-Pasung, ruas Darek-Pelambik serta ruas Peseng-Lendang Are ditambah ruas Pengenjek-Lendang Gocek,’’ terangnya.  (kir)