Kelanjutan Kasus Pusuk Sembalun, BPKP Mulai Turun Cek Lapangan

Selong (Suara NTB) – Tim BPKP Perwakilan NTB mulai turun cek lapangan terhadap proyek pusuk Sembalun. Turunnya tim BPKP berdasarkan hasil koordinasi dari Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) untuk melakukan audit terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) tersebut.

Informasi yang diterima Suara NTB, tim dari BPKP NTB turun melakukan cek lapangan Kamis, 25 Mei 2017. Namun sebelum itu, tim auditor keuangan tersebut terlebih dahulu turun ke Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, termasuk melakukan koordinasi dengan Inspektorat Lotim.

Iklan

Inspektur pada Inspektorat Lotim, Drs. Haris, MAP, saat dikonfirmasi, Senin, 29 Mei 2017, membenarkan turunnya tim dari BPKP melakukan audit terhadap pembangunan sejumlah fasilitas di Pusuk Sembalun. Dalam hal ini, dirinya yang menerima tim BPKP yang turun lapangan.

Terkait dengan penanganan proyek Sembalun itu, lanjut Haris, tidak ada kewenangan dari Inspektorat Lotim untuk melakukan audit, karena sumber anggaran proyek itu berasal dari dana Tugas Perbantuan (TP). Sehingga, koordinasi yang dilakukan bersama BPKP sebatas komunikasi biasa sesama lembaga auditor.

“Datang untuk koordinasinya saja ke kita, (Inspektorat,red), itu sudah biasa sesama lembaga auditor,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H. Hariadi Djoewayni, tidak mengetahui tim BPKP yang turun ke Pusuk Sembalun.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Antonius F Gea, membenarkan kedatangan tim dari BPKP, baik ke Dinas Pariwisata maupun ke Pusuk Sembalun. Apakah kedatangan itu ada kaitannya dengan kasus dugaan Tipikor proyek Pusuk Sembalun, mantan Kasat Reskrim Kota Bima ini enggan menanggapi terlalu jauh, meskipun penanganan kasus tersebut tetap berjalan.

“Mereka ada giat itu Pak,” singkatnya.

Diketahui, anggarannya dalam proyek itu dari Tugas Perbantuan (TP) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI tahun 2015 itu dengan total anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Proyek tersebut kemudian dikerjakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lotim untuk pembangunan sejumlah fasilitas fisik di tiga titik di Sembalun, seperti pembuatan gapura di Sebau, penataan taman pusuk Sembalun dan pembuatan gerbang selamat datang di Sembalun Lawang.

Dari total anggaran Rp 2 miliar itu, proyek TP tahun 2015 dari Kemenpar tersebut, sebesar Rp 1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik dengan nama proyek penataan sarana prasarana Pusuk Sembalun.

Dalam penangannya, penyidik dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Lotim sudah memeriksa, Asisten III Setda Kabupaten Lotim, H. Khairil Anwar Mahdi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Disbudpar Lotim sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.

Selain itu, mantan Kabid ODTS di Disbudpar Lotim, yang saat itu berkapasitas sebagai Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK), kontraktor maupun para tukang serta sejumlah pihak terkait lainnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here