Kekurangan SDM untuk Pemulihan Gempa, Pemerintah Libatkan Babinsa

Panglima TNI, Hadi Tjahjanto  (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mengakui kewalahan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan hunian bagi terdampak gempa. Pada akhirnya TNI pun dilibatkan langsung untuk kegiatan teknis pendampingan rumah tahan gempa.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membenarkan itu. ‘’Saat ini Babinsa dilibatkan sebagai fasilitator,’’ ujarnya  kepada Suara NTB saat mendampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengunjungi korban gempa di Lingkungan Pengempel Indah Mataram, Rabu, 17 Oktober 2018.

Iklan

Namun tak disebutkan jumlah personel Babinsa yang dilibatkan. Untuk memaksimalkannya, Bhabinkamtibmas dari unsur kepolisian juga dilibatkan untuk melapisi kekuatan Babinsa.

Sebagaimana tugasnya, fasilitator adalah jembatan penghubung antara kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk tiap desa dan kelurahan terdampak gempa dengan rekompak dari Kementerian PUPR. Sebenarnya ada 135 fasilitator yang sudah direkrut BNPB. Mereka dibutuhkan untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis komunitas di Lombok dan Sumbawa.

 Menurut Panglima, tugas fasilitator dari TNI nanti tidak hanya membantu berkomunikasi dengan kedua pihak, tapi juga berkomunikasi dengan masyarakat. Tujuannya untuk membantu percepatan proses realisasi hunian rumah. Baik jenis rumah instan sederhana sehat (Risha) dan rumah instan konvensional (Riko).

Panglima TNI juga menanggapi soal ditariknya ratusan pasukan dari Lombok dan Sumbawa, lantas digeser ke Sulawesi Tengah untuk membantu korban di Sigi, Donggala dan Palu.  Panglima TNI menjamin tidak ada pengaruhnya bagi penanganan gempa. Personel yang ada dianggap sudah cukup maksimal membantu sejak perataan bangunan sampai membantu hunian baru tahan gempa.

‘’Sebab yang ditarik kan personel dari tim kesehatan. Itu sudah dipertimbangkan semuanya,’’ kata Panglima TNI.  (ars)