Kekurangan Sarana UNBK, Disdik Kota Mataram Koordinasi dengan Dikbud NTB

Lalu Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Kekurangan sarana penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada SMP di Kota Mataram masih cukup banyak. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB agar SMP bisa meminjam atau berbagi sumber daya penunjang UNBK dengan SMA dan SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pihanya sudah berkoordinasi dengan Dinas Dikbud NTB, jika masalah kekurangan laptop atau komputer klien akan dibantu oleh Dinas Dikbud NTB.

Iklan

“Contohnya SMPN 17 Mataram kekurangan laptop akan kerja sama dengan SMAN 10 Mataram, begitu juga dengan SMPN 24 Mataram akan kerja sama dengan SMAN 7 Mataram,” katanya.

Menurutnya tidak perlu ada nota kesepahaman, karena sudah ada koordinasi di antara kepala dinas. Ia mengakui sudah bertemu langsung dengan Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Rusman, dan Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud NTB, Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R. “Karena ini pelaksanaan nasional, semuanya berkoordinasi. Cukup dengan berkoordinasi. Sudah koordinasi dari atas, sekolah harus melaksanakan dan menyukseskan,” kata Fatwir.

Terpisah, Kepala SMPN 9 Mataram, Imam Purwanto, S.Pd., mengakui pihaknya kesulitan untuk melengkapi sarana penunjang UNBK. Tahun 2020 ini merupakan kali pertama SMPN 9 Mataram akan melaksanakan UNBK, termasuk juga menjadi pelaksanaan terakhir jika rencana penghapusan UN di tahun 2021 benar-benar dilaksanakan.

Imam mengatakan, SMPN 9 Mataram sudah mengikuti simulasi UNBK yang lalu. Namun karena keterbatasan sarana, siswa terpaksa mengikuti simulasi dengan cara satu laptop untuk dua siswa. SMPN 9 Mataram mendapatkan bantuan laptop sebanyak 18 unit, ditambah dari guru sebanyak 13 unit, dan dari orang tua siswa sebanyak 9 unit. Dengan jumlah siswa 240-an orang. Dibutuhkan setidaknya 80 unit, tapi sementara yang ada hanya 40 unit.

“Kami sudah simulasi kemarin, dengan penuh keterbatasan, karena yang saya harapkan laptop dari orang tua, ternyata minim, karena kategori siswa kita banyak dari kemampuan ekonomi kelas menengah ke bawah,” katanya.

Menurut Imam, nantinya saat UNBK setiap siswa harus masing-masing menggunakan satu laptop. Oleh karena itulah pihaknya bekerja keras agar bisa melengkapi sarana. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan meminta bantuan ke SMA/SMK. Pihaknya menunggu koordinasi antara dinas pendidikan sehingga proses peminjaman lebih mudah dilakukan. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional