Kekurangan Al-Qur’an dan RKB, Ponpes Babussalam Dibantu IPNU

IPNU membagikan Al-Qur’an untuk santri yang ada Ponpes Babussalam KLU. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU), mendapat bantuan 300 buah Al-Qur’an. Bantuan itu diberikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) KLU, atas donasi dari relasi di Madinah.

Serah terima 300 Al-Qur’an, berlangsung Jumat, 24 September 2021, di Ponpes Babussalam. Santri dan pengurus Yayasan setempat antusias dengan bantuan tersebut. Pasalnya, selama ini Ponpes hanya bisa menganggarkan jumlah Al-Qur’an yang terbatas.

Iklan

“Kondisi sekarang, unit Al-Qur’an memang terbatas. Kondisinya juga banyak yang sampulnya tidak karena dibaca setiap hari,”  ujar Ketua Yayasan Ponpes Babussalam, Mujahidin, S.Pd.I., M.Pd.

Ia mengakui, selama pengadaan Al-Qur’an secara mandiri, pihaknya hanya bisa membeli dalam jumlah terbatas. Tidak sampai 30 unit. Sedangkan jumlah santri yang menginap di pondok atau yang membaca Al-Qur’an tiap malam dan siang hari, sejumlah 400 orang.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan ini, apalagi kondisi Al-Qur’an sudah banyak yang lusuh,” ucapnya.

Mujahidin juga berharap, bantuan Al-Qur’an dapat diterima setiap tahun. Sebab, dengan tingkat bacaan Al-Qur’an yang rutin, sampul Al-Qur’an rata-rata bertahan 1 tahun.

Sementara, Ketua Pembina IPNU NTB, Feri Harianto Ardi, mengakui prihatin dengan kondisi Ponpes Babussalam. Rata-rata pondok pesantren yang bernaung di bawah organisasi NU memerlukan intervensi kebijakan pemerintah, baik untuk melengkapi prasarana bacaan santri, maupun RKB (ruang kerja belajar).

“Hampir seluruh ponpes di bawah NU membangun secara mandiri. Saya melihat di Bayyinul Ulim – Santong, kondisinya juga perlu dukungan untuk membangun RKB,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Pemda Lombok Utara memberi porsi anggaran bagi upaya membangkitkan semangat belajar mengajar di ponpes secara umum. Sebab di pondok inilah, calon generasi penerus bangsa dapat mengawali pondasi iman dan taqwa untuk membangun bangsa dengan benar.

“Sementara ini IPNU mungkin hanya bisa berbagi Al-Qur’an. Semoga ke depannya bisa berbuat lebih besar lagi,” imbuhnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional