Kekurangan 2.000 Guru, Loteng Berharap Dapat Kuota Khusus

Praya (Suara NTB) – Kondisi kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) semakin mengkhawatirkan. Terlebih dengan kabar kalau Loteng tahun depan tidak akan memperoleh formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), membuat jumlah kekurangan guru di Loteng bakal semakin bertambah banyak. Jika tidak ada penerimaan CPNS sampai tahun 2018 mendatang, Loteng bakal kekurangan sekitar 2.300 orang guru.

“Saat ini posisi kekurangan guru yang berstatus PNS, sudah lebih dari 2.000 orang,” aku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat, 5 Januari 2017.

Iklan

Selain itu, ujarnya, banyak guru yang akan memasuki masa pensiun tahun 2018 ini yang akan menyebabkan kekurangan guru semakin banyak.

Diakuinya, tahun ini jumlah guru PNS Loteng yang akan pensiun cukup banyak, yakni mencapai lebih dari 200 orang. Bahkan jumlah guru PNS yang pensiun tahun ini termasuk yang paling banyak dalam beberapa tahun terakhir.

Mengingat, kebanyakan guru yang pensiun kali ini merupakan guru yang diangkat pada masa-masa terakhir pembelakuan inpres (intruksi presiden) soal pengangkatan guru. “Jadi kalau sampai tahun ini tidak ada pengangkatan CPNS, khususnya lagi untuk formasi guru maka bisa dipastikan persoalan kekurangan guru kita semakin parah,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap, pemerintah pusat bisa memberikan perhatian khusus bagi Loteng supaya bisa memperoleh jatah formasi untuk tenaga guru. ‘’Kalaupun tidak ada kuota untuk tenaga teknis lainnya. Terpenting kuota untuk tenaga guru ada,’’ harapnya.

Kalaupun untuk formasi umum tidak bisa masuk, karena alasan belanja pegawai di Loteng yang cukup tinggi, tapi paling tidak ada solusi lain yang ditawarkan. Misalnya melalui pengangkatan jalur tenaga honor.

“Kita kan juga masih punya tenaga honor guru yang cukup banyak. Sisa dari pengangkatan CPNS guru dari jalur honorer K2. Kalau bisa jalur tersebut bisa dibuka kembali,” tandasnya.

Paling tidak, ujarnya, masuknya guru PNS dari jalur honorer tersebut, bisa mengurangi kekurangan guru PNS di Loteng. Tanpa itu, dari mana Loteng bisa mengurangi kekurangan tenaga guru. Mengingat, jumlah tenaga guru PNS Loteng yang sudah jauh berkurang.

Dalam hal ini, pihaknya tidak bisa mengoptimalkan peran guru honor untuk menutupi kekurangan tenaga guru, karena ruang gerak guru honorer terbatas. Untuk itu, ujarnya, sangat penting untuk bisa menambah jumlah guru PNS dalam upaya mengoptimalkan pelayanan pendidikan di daerah ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here