Kekeringan Mulai Melanda Bima

Bima (Suara NTB) – Kekeringan dan krisis air bersih mulai mengancam sebagian desa di Kabupaten Bima. Ancaman itu merupakan pengulangan setiap tahun pada saat peralihan musim hujan ke musim kemarau (pancaroba).

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Ir. H. Taufik Rusdi mengaku, krisis air bersih dan kekeringan hampir merata terjadi di wilayah Kabupaten Bima. Bahkan di setiap kecamatan diperkirakan ada satu atau dua desa yang mengalami.

Iklan

“Kami harus akui, krisis air bersih dan kekeringan hampir merata di sejumlah Kecamatan. Hal ini juga sudah biasa terjadi setiap tahun,” katanya kepada Suara NTB, belum lama ini.

Dia menyebutkan desa yang baru didata sementara krisis air dan kekeringan, yakni desa Samili, Kalampa dan Waduwani Kecamatan Woha. Desa Dore dan Roi Kecamatan Palibelo serta Walimaci Kecamatan Monta.

“Sementara di Kecamatan Soromandi terjadi di Dusun Ndano Ndere Desa Bajo Desa Rade Kecamatan Madapangga serta sejumlah desa di Kecamatan Wawo dan Donggo,” ungkapnya.

Lebih jauh Taufik menjelaskan dalam mengatasi ancaman tersebut dan menjamin kebutuhan warga terhadap air bersih, pihaknya masih mengupayakan dengan cara menyuplai menggunakan mobil tangki.

“Untuk saat ini kita baru antisipasi dengan cara menyuplai sesuai permintaan,” terangnya.

Terkait persoalan tersebut, lanjutnya pihaknya sudah melaporkan kepada BPBD Provinsi NTB dan Pusat. Salah satunya meminta bantuan untuk melakukan pengeboran, untuk mengatisipasi ancaman kekeringan dan krisis air bersih dalam jangka panjang.

“Kita berharap semoga ada perhatian serius dengan kondisi kekeringan dan krisis air bersih yang terjadi di Kabupaten Bima ini,” harapnya.

Selain itu, dia menambahkan sekaligus meminta kepada Kepala desa dan Camat agar melaporkan kepada BPBD setempat. Baik secara lisan maupun tertulis, apabila di wilayahnya terjadi kekeringan.

“Laporan ini menjadi acuan kami untuk mendrop kebutuhan air,” pungkasnya. (uki)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here