Kekeringan di Tengah Corona Buat Warga Tambah Susah

Tim Damkar Lobar mendistribusikan air ke daerah terdampak kekeringan di Lobar.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan dusun di Lombok Barat (Lobar) yang terdampak kekeringan akibat masih musim kemarau belum berakhir. Akibatnya, masyarakat di puluhan dusun ini mengalami krisis air bersih. Kondisi ini menambah susah warga, lantaran pandemi Corona yang belum ada tanda-tanda berakhir menyebabkan perekonomian warga terpuruk. Untuk mengurangi beban warga, pemda pun menambah intensitas pendistribusian air bersih. Terutama bagi masyarakat yang memiliki kegiatan.

Kepala Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan Lobar Hamdani mengakui, dari enam dusun 50 persen dusun-dusun tersebut saat ini terdampak kekeringan. Beberapa dusun dilanda kekeringan, seperti Dusun Tanak Putek, Perendekan Utara. Dan kondisi ini tambah beban warganya di tengah kondisi Corona ini. “50 persen daerah kami dilanda kekeringan, ditambah lagi Corona ini menambah susah warga kami. Karena memang kondisi ekonomi ini begitu terdampak,” akunya akhir pekan kemarin.

Iklan

Untuk mengatasi kekeringan ini, masih sebatas dilakukan droping air oleh pemda. Beberapa kali dilakukan pengiriman air ke daerahnya baik oleh BPBD, Damkar dan instansi terkait lainnya. Tahun ini pihaknya mendapatkan program Pamsimas menyasar dua dusun yakni Dusun Lendang Sedi, dan Buntage. Jumlah KK yang bisa terlayani diperkirakan mencapai kurang lebih 300 KK atau 900-1000 jiwa.

Adanya program ini tidak lagi merepotkan pemda untuk distribusi air, namun ia berharap bantuan kendaraan roda tiga yang ada tangki (tandon) air untuk mempermudah suplai air ke masyarakat. “Bisa untuk angkut air ke masyarakat,”imbuh dia. Pamsimas yang berasal dari bantuan provinsi ini dibangun dengan nilai Rp 200 juta dengan kedalaman 70 meter dilengkapi pipa dan penampungan air.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Lobar, Tohri mengatakan kondisi kekeringan di Lobar sudah melanda 27 dusun di sembilan desa tersebar di lima kecamatan. Antara lain Kecamatan Batulayar meliputi Desa Batulayar, Batulayar Barat. Kecamatan Kuripan terdiri dari Desa Kuripan Selatan, Giri Sasak. Kecamatan Gerung ada di Desa Banyu Urip. Sedangkan di Lembar ada dua desa yakni Sekotong Timur, Labuan Tereng. Dan Kecamatan Sekotong ada dua desa yakni Sekotong Tengah, Cendimanik. “Masing-masing desa itu yang alami kekeiringan itu rata-rata 3-4 titik (dusun),” terang dia.

Ia mengaku kondisi kekeringan saat ini belum separah tahun sebelumnya, karena kalau sebelumnya terdapat 6-7 kecamtan dilanda kekeringan. Bahkan diprediksi, musim hujan terjadi lebih awal sehingga tidak memperparah kekeringan. (her)