Kekeringan di NTB Dianggap Belum Parah

Mataram (suarantb.com) – Peta kondisi kekeringan di NTB sampai bulan  September 2016 masih tergolong berwarna kecoklatan. Artinya belum sampai pada taraf darurat. Perbedaan kekeringan tahun 2016 dengan tahun 2015, terlihat jika pada bulan Juli 2015 kekeringan sudah mencapai warna merah, yang artinya sangat parah.

Hal tersebut terjadi pada tahun 2016 ini, dimana hujan turun lebih awal meskipun bersifat lokal. Artinya hujan turun bergantian di daerah-daerah tertentu di NTB, dan tidak berbarengan. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD NTB, Agung Pramuja.

Iklan

“Kondisi sekarang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu, dari bulan Juli sudah merah peta kekeringan itu, (sedangkan) bulan ini masih kecoklatan,” ujarnya kepada suarantb.com, Senin, 5 September 2016.

Ia menjelaskan interval hujan turun sekali dalam kurun waktu 12-15 hari ke atas. Kendati demikian, untuk mengantisipasi kekeringan di daerah-daerah rawan, seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, BPBD  telah menerjunkan 10 tim untuk menginventarisir permasalahan tersebut di kabupaten/kota se-NTB.

“Tim bergerak keliling se-NTB untuk menginventarisir kecamatan, jiwa terdampak, juga melihat langsung fakta yang terjadi di masyarakat,” imbuhnya.

Tugas tim tersebut kata  Agung,  mengambil contoh dari masing-masing kabupaten, mengecek sumur masyarakat, ketersediaan air sungai, lahan pertanian, bendungan, waduk, dan lain sebagainya. Konsep dari kegiatan tersebut supaya Pemprov mengambil langkah untuk membantu dan memberikan dukungan kepada masyarakatnya.

“Konsepnya langkah untuk membantu masyarakat, bantuan apa yang akan diberikan. Dukungan apa yang akan diberikan provinsi menjadi bahan kebijakan untuk memberikan dukungan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” paparnya.

Agung juga mengatakan tanggal 13 September 2016, pihaknya  akan mengundang seluruh Kepala BPBD kabupaten/kota,  PDAM, serta instansi-instansi terkait se-NTB untuk membahas masalah kekeringan ini. Pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. (ism)

  TGB : Prioritaskan Keselamatan Jiwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here