Kekeringan di Lotim Masih Berstatus Siaga Bencana

Iwan Setiawan. (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih menetapkan bencana kekeringan di daerah ini dengan status siaga bencana. Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim mulai melakukan antisipasi untuk melakukan pendistribusian air bersih.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Lotim, Iwan Setiawan, penanganan bencana kekeringan baru bisa dilakukan jika bupati menerbitkan SK status tanggap darurat secara maksimal. “Kita dari BPBD tetap melakukan penanganan bagi wilayah yang terdampak oleh kekeringan dengan catatan pak bupati menerbitkan surat keputusan (SK) status tanggap darurat,”terangnya, Kamis, 8 Juli 2021.

Iklan

Sementara dengan status siaga bencana, penanganannya kekeringan di wilayah ini masih dilakukan oleh OPD teknis terkait. Apabila bupati telah menerbitkan SK tanggap darurat, maka BPBD akan mengambil alih prasarana penanganan yang tersebar pada beberapa OPD terkait, beberapa di antaranya berupa armada mobil tangki yang ada di polres dan provinsi.

Kondisi saat ini, BPBD Lotim hanya punya satu mobil tangki. Selebihnya merupakan kepemilikan Dinas Damkar dan Dinas Sosial. Sedangkan berdasarkan kebutuhan yang dihitung dari skala prioritas, armada mobil tangki yang dibutuhkan BPBD sebanyak 20 unit dengan hitungan per unit melakukan dua kali pendistribusian setiap harinya dengan anggaran dibutuhkan, Rp2 miliar.

Adapun dari 15 kecamatan dan 98 desa yang berpotensi mengalami bencana kekeringan berdasarkan data tahun 2020. Sejauh ini baru Kecamatan Jerowaru yang mengalami kekeringan. Terkait keberadaan dana tidak terduga (DTT), Iwan menjelaskan dana tersebut bisa dikeluarkan apabila SK status tanggap darurat telah dikeluarkan.

Seperti saat ini, kas daerah DTT sebesar Rp10 miliar. Dana ini tidak hanya dialokasikan untuk BPBD, melainkan juga untuk penanggulangan Covid-19 sebagaimana sifatnya tidak terduga. “Setiap bencana, kita dari BPBD Lotim tetap melakukan asesmen dan verifikasi laporan dari desa dan kecamatan,” pungkasnya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional