Kekeringan di KSB Meluas

Taliwang (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat luas daerah yang terkena dampak bencana kekeringan mengalami penambahan jumlah. Dari tujuh desa sesuai Surat Keputusan (SK) tanggap bencana, kini menjadi 10 desa yang harus disuplai air bersih perhari.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB melalui Kasi Kedaruratan dab Logistik (Dalops) Sahabuddin kepada Suara NTB, Rabu, 11 Oktober 2017 mengatakan, meski saat ini sebagian besar wilayah KSB mulai diguyur hujan, tetapi luas wilayah yang terkena dampak kekeringan juga ikut bertambah. Dimana sebelumnya hanya ada sekitar tujuh desa yang terkena dampak kekeringan, saat ini sudah ada tiga desa lainnya.

Iklan

Desa-desa tersebut yakni, Desa Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, Desa Senayan, Kecamatan Seteluk, dan Desa Lamusung, Kecamatan Seteluk. Di tiga desa tersebut saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pendistribusian air bersih sesuai permintaan dari warga setempat.

“Musim hujan yang terjadi saat ini hanya di beberapa wilayah saja, sementara wilayah yang ada di wilayah barat tetap terjadi kekeringan,” ungkapnya.

Dikatakannya, karena masih ada lokasi yang terkena dampak kekeringan, maka status tanggap bencana juga masih akan diberlakukan. Bahkan untuk masa perpanjangan ini berlaku hingga tanggal 24 Oktober mendatang dengan anggaran sekitar Rp 145 juta. Apalagi saat ini hujan di wilayah setempat masih belum terjadi secara merata, sehingga perpanjangan tanggap bencana kekeringan perlu dilakukan.

Hal ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah  untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika nantinya di masa perpanjangan masyarakat masih membutuhkan air bersih, maka instansi terkait juga akan kembali melakukan perpanjangan kedua.

“Kita tetap akan perpanjang masa tanggap bencana ketika nanti dibutuhkan masyarakat,” ujar Budin kerap ia disapa.

Ia menambahkan, dalam upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, pendistribusian air bersih akan dilakukan minimal dua kali sehari. Sehingga masyarakat yang masih kesulitan air bersih bisa merasakan manfaatnya. Bahkan dalam satu tangki, pihaknya bisa menyalurkan air bersih hingga 6. 000 liter.

Pihaknya juga tetap berharap kepada PDAM untuk bisa membantu dalam pendistribusian air bersih ini. Mengingat selama ini, pihaknya belum memiliki sumur bor dalam yang akan dipergunakan untuk menyuplai air bersih ke masyarakat.

“Kita tetap berharap kepada PDAM untuk bisa membantu dalam mendistribusikan air bersih, karena selama ini kita (BPBD) belum bisa maksimal memenuhi air bersih secara mandiri,” tandasnya. (ils)