Kekeringan, BPBD Lombok Timur Ingatkan Masyarakat Jaga Keberadaan Sumur Bor

Selong (Suara NTB) – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada bulan April 2018 ini sudah mulai siaga kekeringan. Dari catatan BPBD, jumlah wilayah yang terdampak kekeringan saat ini sebanyak 7 kecamatan yang terus berkurang setiap tahunnya.

Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 25 April 2018, Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi seperti menyiagakan personel, alat-alat dan lain sebagainya. Adapun untuk wilayah yang terdampak kekeringan selama tiga tahun terakhir yakni mulai dari tahun 2016 bahwa jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan sebanyak 12 kecamatan, kemudian tahun 2017 menjadi 9 kecamatan dan pada akhir tahun 2017 memasuki 2018 terus berkurang menjadi 7 kecamatan.

Iklan

Terus berkurangnya wilayah terdampak kekeringan, karena pemerintah sudah membangun bak penampung terhadap titik-titik yang menjadi sumber mata air, kemudian dialirkan menggunakan pipanisasi ke pemukiman penduduk. Sehingga di wilayah itu tidak lagi didropkan air bersih.
Selanjutnya, yang menjadi lokasi keberadaan air bawah tanah dengan melibatkan dinas terkait dengan melakukan survei geolistrik, maka dibangunkan sumur bor.

Adapun 7 kecamatan yang masih terdampak mengalami kekeringan di tahun 2018, yakni Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Barat, Sakra, Pringgabaya, Terara dan Masbagik sebagian. Untuk musim kemarau sendiri diprediksi pada bulan November. “Jumlah kecamatan terdampak kekeringan terus akan kita kurangi dengan mencari sumber-sumber air dan kita alirkan ke masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu, upaya untuk mengatasi musim kemarau ini disiagakan mobil tangki air bersih serta mobil kebakaran apabila musim kemarau memiliki dampak seperti musim kekeringan atau kebakaran. Untuk mobil tangki sebanyak 4 unit dan pemadam kebakaran (Damkar) 6 unit. Nantinya masing-masing mobil damkar akan ditempatkan di WMK (Wilayah Manajemen Kebakaran) yang sedang dalam proses pembangunan di tiga titik yakni di Kecamatan Keruak, Pringgabaya dan Terara untuk proses percepatan akses. (yon)