Kekasih Linda Dituntut 15 Tahun Penjara

0
Terdakwa pembunuhan kekasihnya, Rio mengikuti sidang pembacaan tuntutan, Senin, 19 April 2021 di Pengadilan Negeri Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa RPN alias Rio dituntut hukuman penjara selama 15 tahun. Anak Kapolsek ini dituntut bersalah dengan sengaja membunuh kekasihnya, Linda Novitasari.  Menurut jaksa, Rio terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sesuai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang disengaja.

Jaksa penuntut umum Moch. Taufik Ismail membacakan surat tuntutannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 19 April 2021. Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Hiras Sitanggang beserta hakim anggota Agung Prasetyo, dan Glorius Anggundoro. “Menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa RPN dengan penjara selama 15 tahun,” kata Taufik. Tuntutan ini maksimal sesuai diatur pasal 338 KUHP yang didakwakan jaksa dalam dakwaan alternatif kedua.

IKLAN

Hal yang memberatkan Rio, imbuh dia, yakni perbuatan terdakwa menyebabkan korban meninggal dunia. Setelah itu bahkan berusaha menghilangkan barang bukti. “Terdakwa juga menyebabkan korban kehilangan janin di dalam kandungan korban,” ucapnya. Menurut Taufik, usai membunuh korban, terdakwa malah berusaha menutupi jejaknya. Yakni membuat korban seolah-olah bunuh diri dengan menggantung diri.

Hiras lalu meminta tanggapan Rio atas tuntutan itu. Tapi Rio hanya menjawab singkat. “Saya minta keringanan dan minta maaf kepada keluarga korban. Saya menyesal karena bersalah,” ucapnya. Penasihat hukum Rio, Abdulgani mengatakan kliennya sudah mengakui perbuatannya. Tetapi dia menyatakan itu kejadian yang tidak direncanakan. “Karena dia terancam dengan anak panah itu,” jelasnya.

Kemudian mengenai Rio yang menggantung korban juga bukan direncanakan. “Spontanitas, dia kepikiran menggantung untuk menghilangkan jejak. Saking kalutnya dia,” imbuhnya. Rio dituntut bersalah membunuh Linda, kekasihnya pada Kamis 23 Juli 2020 lalu. Linda yang baru lulus seleksi program magister ilmu hukum Unram ini dihabisi nyawanya di rumah orang tua Rio di Perumahan Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram.

Mereka sempat berhubungan badan. Kemudian mereka bertengkar. Rio diminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandung Linda. Tapi Rio berkelit dengan hendak segera pulang ke Janapria, Lombok Tengah. Saat akan keluar rumah, korban mengejar terdakwa sambil membawa anak panah dan mengacungkan ke arah terdakwa sehingga terdakwa mengurungkan niatnya untuk pulang. Rio lalu merampas anak panah sambil mencekik Linda. Linda terkapar.

Rio kemudian membeli tali. Tali ini yang dipakai untuk menggantung Linda. Linda lalu ditemukan dalam kondisi tergantung dua hari kemudian. Kematian korban disebabkan tekanan dan jeratan yang kuat pada leher sehingga mati lemas. (why)